PENENTUAN ZONA MINERALISASI LOGAM MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE MAGNETIK DAN POLARISASI INDUKSI DENGAN GEOLOGI DI KECAMATAN PRONOJIWO, KABUPATEN LUMAJANG, PROVINSI JAWA TIMUR

METAL MINERALIZATION ZONES DETERMINATION USING INTEGRATION OF MAGNETIC AND INDUCTION POLARIZATION METHODS WITH GEOLOGY IN PRONOJIWO DISTRICT, LUMAJANG REGENCY, EAST JAVA PROVINCE

Penulis

  • Hillary Inri Mambai Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia Penulis
  • Dzil Mulki Heditama Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Indonesia Penulis
  • Edya Putra Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.47599/bsdg.v21i1.562

Kata Kunci:

Alterasi, Anomali Magnetik, Chargeability, Emas, Tembaga

Abstrak

Area penelitian berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang secara fisiografi terletak di Busur Magmatik Sunda-Banda, suatu wilayah dengan potensi mineralisasi logam yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi zona prospek mineralisasi emas (Au) dan tembaga (Cu) melalui integrasi data magnetik dan Induced Polarization (IP). Data primer berupa 410 titik pengukuran magnetik dan data sekunder berupa empat lintasan IP (resistivitas dan chargeability) serta data geologi regional digunakan untuk validasi dan interpretasi zona mineralisasi melalui pemodelan inversi 2D. Hasil pengolahan menunjukkan distribusi anomali magnetik dengan nilai berkisar antara 0,4 hingga 8,1 nT/m pada peta analytic signal dan -325,5 hingga 577,3 nT pada peta anomali residual magnetik. Integrasi data magnetik dan IP berhasil mengidentifikasi dua zona prospek utama: Zona A sebagai zona alterasi potasik dengan chargeability tinggi, resistivitas menengah, dan suseptibilitas magnetik tinggi, mengindikasikan zona inti sistem endapan porfiri dengan akumulasi Cu-Au potensial serta Zona B sebagai zona alterasi filik dengan chargeability tinggi, resistivitas tinggi, dan suseptibilitas magnetik rendah, merepresentasikan zona alterasi menengah dengan mineralisasi sulfida tersebar. Zona A menjadi target eksplorasi utama karena berada di pusat sistem porfiri, sedangkan Zona B tidak menjadi target utama, tetapi membantu menggambarkan sebaran alterasi dan menunjukkan bagaimana sistem hidrotermal berkembang di sekitar zona inti. Integrasi metode magnetik dan IP efektif untuk mendelineasi zona alterasi dan mendukung eksplorasi lanjut.

Referensi

Abraham, E. M., Uwaezuoke, A. E., & Usman, A. O. (2024). Geophysical Investigation of Subsurface Mineral Potentials in North-Central Nigeria: Implications for Sustainable Mining and Development. Geomechanics and Geophysics for Geo-Energy and Geo-Resources, 10(1), 192. https://doi.org/10.1007/s40948-024-00913-3.

Arlin, M., Jahidin, & Ngkoimani, L. O. (2023). Identifikasi Keterdapatan Endapan Emas Menggunakan Metode Magnetik di Daerah Wumbubangka Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Einstein’s: Research Journal of Applied Physics, 1(1), 22–30. https://doi.org/10.33772/einsteins.v1i1.148.

Asma, A., Hamimu, L., Rubaiyn, A., & Asvar, S. (2021). ). Identifikasi Zona Sesar Berdasarkan Analisis Data Anomali Medan Magnet di Daerah Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 3(02), 7. https://doi.org/10.56099/jrgi.v3i02.22948.

Corbett, G. J., & Leach, T. M. (1996). Southwest Pacific Rim Gold-Copper Systems: Structure, Alteration, and Mineralization. Society of Economic Geologists. https://doi.org/10.5382/SP.06.

Dadi, B., Faik, F., Boutaleb, S., Abia, E. H., Azzab, D. El, Ouchchen, M., Mamouch, Y., Echogdali, F. Z., Mickus, K. L., Abioui, M., Sobh, M., & Hassan, S. (2024). Litho-structural Interpretation of Aeromagnetic Anomalies Reveals Potential for Mineral Exploration in Tizi n’Test Region, Western High Atlas, Morocco. Scientific Reports, 14(1), 17116. https://doi.org/10.1038/s41598-024-65941-1.

Fernata Putra, B. (2015). Geologi dan Studi Alterasi Hidrotermal Formasi Mandalika, Daerah Srabah dan Sekitarnya, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. UPN “Veteran” Yogyakarta.

Fikar, M., Hamimu, L., Manan, A., & Suyanto, I. (2019). Pemodelan 2D Data Magnetik menggunakan Transformasi RTP untuk Pendugaan Sesar di Daerah Kasihan, Pacitan, Jawa Timur. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 01(02).

Forson, E. D. (2023). Regional Residual Depth Estimation and Edge Detection Characterization Over the Southern Kibi–Winneba Belt, Ghana Using Aeromagnetic Data. Acta Geophysica, 72(4), 2231–2248. https://doi.org/10.1007/s11600-023-01198-y.

Hoschke, T. (2011). Geophysical Signatures of Copper-Gold Porphyry and Epithermal Gold Deposits, and Implications for Exploration. Preview, 2011(154), 31–35. https://doi.org/10.1071/PVv2011n154other.

Jaenal Mustopa, E., Srigutomo, W., & Mahardika, H. (2023). Aplikasi Transformasi Reduction to Pole (RTP) Menggunakan Matlab dalam Pengolahan Data Magnetik WDMAM pada Wilayah Tapal Kuda-Jawa Timur. Jurnal Jaring SainTek, 5(1), 39–50. http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/jaring-saintek39.

Maryono, A., Harrison, R. L., Cooke, D. R., Rompo, I., & Hoschke, T. G. (2018). Tectonics and Geology of Porphyry Cu-Au Deposits along the Eastern Sunda Magmatic Arc, Indonesia. Economic Geology, 113(1), 7–38. https://doi.org/10.5382/econgeo.2018.4542.

Nugroho, K. A., Putra, Y. S., Perdhana, R., & Geofisika, P. (2021). Interpretasi Data Anomali Magnetik Bawah Permukaan pada Daerah Kabupaten Tulungagung dan Sekitarnya. Prisma Fisika, 9(1), 4–15.

Pratomo, S. U. (2024). Paragenesis Mineral Bijih pada Endapan Epitermal Sulfidasi Tinggi Area Gunung Budheg, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 25(2), 65–72. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v25i2.772.

Rosid, M. S., Sari, N. I., & Jaman, A. P. (2020). Identification of Gold Mineralization Zone in “GB” Field, Jambi, Indonesia Using 3D Inversion Magnetic Data. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 481(1), 012052. https://doi.org/10.1088/1755-1315/481/1/012052/.

Seequent. (2023). Butterworth Filter. https://help.seequent.com/Oasismontaj/2023.2/Content/gxhelp/f/fftbuttw_gx.htm.

Suyanto, Hadisantono R., Kusnama, Chaniago R., & Baharuddin R. (1992). Peta Lembar Geologi Turen, Jawa Timur. Puslitbang Geologi.

Widodo, W. (2006). Hubungan Antara Anomali Geokimia dan Geofisika dengan Mineralisasi Logam di Daerah Tempursari, Kecamatan tempursari dan Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa Tengah.

Yatini, Y., Zakaria, M. F., & Suyanto, I. (2021). Identification of Gold Mineralization Zones Using Magnetic Data at Gunung Gupit Area, Magelang, Central Java. RSF Conference Series: Engineering and Technology, 1(1), 305–312. https://doi.org/10.31098/cset.v1i1.384.

Diterbitkan

2026-05-13

Terbitan

Bagian

Buletin Sumber Daya Geologi