POTENSI BAHAN BAKU SEMEN DI INDONESIA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v3i2.159Kata Kunci:
Bahan Baku Semen, Pabrik Semen, IndonesiaAbstrak
Kekurangan pasokan semen di dalam negeri memang beralasan karena pertumbuhan konsumsi semen yang cukup tinggi selama lima tahun terakhir, apalagi dengan maraknya sektor properti dan sektor konstruksi akhir-akhir ini. Apabila lima tahun yang akan datang kebutuhan semen meningkat rata-rata 6-8% maka pada tahun 2010 kebutuhan semen nasional akan mencapai 47,9 juta ton, berarti melampaui kapasitas produksi semen nasional yang tercatat sebesar 47,49 juta ton. Investasi untuk membangun pabrik semen baru membutuhkan dana US$ 138 per ton, sedangkan pembangunan fisik pabrik semen akan
membutuhkan waktu sekitar 36 bulan, dan 12–24 bulan untuk persiapan (studi kelayakan, AMDAL dan pendanaan). Apabila dikehendaki beroperasi penuh pada tahun 2010 maka kegiatan persiapan pembangunan pabrik semen seharusnya sudah dimulai dari tahun 2005 – 2006. Beberapa lokasi di Indonesia Timur yang mempunyai potensi bahan baku semen sebagai bahan pertimbangan tempat-tempat didirikannya pabrik semen yaitu Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Pasir (Provinsi Kalimantan Timur), Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo), serta Kabupaten Fak-fak dan Kabupaten Manokwari (Provinsi Papua Barat).
Bahan baku semen di beberapa lokasi di kawasan Indonesia Timur pada umumnya terdiri atas bahan baku utama batugamping dan lempung yang memenuhi persyaratan. Perlu dilakukan penelitian lebih rinci untuk menentukan sumber daya terukur agar memudahkan dalam melakukan studi kelayakan.
Referensi
Abdullah, S., dkk., 2002, Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian
Mineral Non Logam di Daerah Kabupaten Sorong dan Manokwari, Provinsi Papua,Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.
Halim, S., dkk., 2004, Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam di
Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.
Kusdarto, dkk., 2003, Penyelidikan/ Survey Potensi Mineral di Provinsi Gorontalo, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.
Priyono, S., dkk., 2007, Eksplorasi Umum Bahan Baku Semen di
Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, Pusat Sumber Daya Geologi.
Pusat Sumber Daya Geologi, 2007, Neraca Batubara di Indonesia.
Radja, M., dkk., 2007, Inventarisasi Mineral Non Logam di Kabupaten Fak-fak, Provinsi Papua Barat, Pusat Sumber Daya Geologi.
Sunyoto, 2006, Akankah Krisis Semen Berulang di Indonesia ?, Warta
Semen dan Beton Indonesia Vol. 4 No. 1 2006, hal 45 – 49.
Tempo interaktif, 2007, Pertumbuhan Produksi Semen 2008 turun,
kamis 13 Desember 2007.
www.bisnis.com, 2005, Siapkah industri semen, hadapi booming
permintaan ?
www.suarasurabaya.net, 2003, Setelah Vietnam, Indonesia Pengguna
Semen Terbesar Kedua di Kawasan ASEAN.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
