FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI KALORI BATUBARA DAERAH HORNA IRIAN JAYA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v2i2.212Kata Kunci:
Batubara, horna, cekungan Bintuni, gambutAbstrak
Didalam Formasi Steenkool di Cekungan Bintuni terdapat endapan batubara yang nilai kalorinya berbeda jauh, yaitu yang ditemukan didaerah Tembuni dan daerah Horna. Untuk mengetahui faktor -faktor yang menyebabkan perbedaan nilai kalori tersebut perlu dilakukan kajian mengenai aspek geologi dari kedua
daerah tersebut. Nilai kalori rata-rata batubara daerah Tembuni sekitar 4823 cal/gr, sedangkan nilai kalori rata-rata daerah Horna sekitar 7526 cal/gr. Padahal berdasarkan peta geologi Lembar Ransiki (Atmawinata S.,dkk., 1989)
endapan batubara yang ditemukan didaerah Tembuni maupun Horna terdapat dalam formasi yang sama yaitu Formasi Steenkool yang berumur Mio-Pliosen.
Menurut C. F. K. Diessel (1992) pembentukan batubara diawali dengan proses biokimia, kemudian diikuti oleh proses geokimia dan fisika, proses yang kedua ini sangat berpengaruh terhadap peringkat batubara (“ coal rank “), yaitu perubahan jenis mulai dari gambut ke lignit, bituminous, sampai antrasit. Faktor yang sangat berperan didalam proses kedua tersebut adalah temperatur, tekanan, dan waktu. Nilai kalori batubara daerah Horna yang tinggi disebabkan oleh pembebabanan yang lebih tinggi dari daerah Tembuni, sehingga tekanan yang mempengaruhinya lebih besar, akibat dari tekanan yang besar akan menimbulkan panas juga. Apabila pembebabanan lebih tinggi berarti sedimentasi diatas batubara lebih tebal, hal ini bisa terjadi kalau sebelum diendapkan Formasi Steenkool, posisi daerah Horna jauh lebih rendah
atau lebih dalam dari daerah Tembuni. Jurus perlapisan batuan di daerah Tembuni berkisar antara 75 derajat -150 derajat, dengan sudut kemiringan berkisar antara 12 derajat -25 derajat, sedangkan jurus perlapisan batuan di Horna berkisar antara 70 derajat -140 derajat , dengan sudut kemiringan berkisar antara 15 derajat - 85 derajat. Berdasarkan jurus dan kemiringan lapisan di daerah Horna yang sangat bervariasi, diduga di daerah Horna ada gangguan tektonik yang ada pengaruhnya juga terhadap nilai kalori batubara walaupun tidak terlalu kuat.
Unduhan
Referensi
- Amarullah D. dan Sukardi, 1990 ; Penyelidikan Pendahuluan Endapan Batubara Daerah Horna, Kecamatan Bintuni, Kab. Manokwari, Prov. Irian Jaya, Proyek Bahan-bahan Galian Industri dan Batubara, Direktorat Sumberdaya Mineral, Laporan tidak dipublikasikan.
- Amarullah D. dan Sukardi, 1991 ; Penyelidikan Pendahuluan Endapan Batubara Daerah Horna, Kecamatan Bintuni, Kab. Manokwari, Prov. Irian Jaya, Proyek Bahan-bahan Galian Industri dan Batubara, Direktorat Sumberdaya Mineral, Laporan tidak dipublikasikan.
- Atmawinata S., Hakim AS., Pieters PE., 1989 : Peta Geologi Lembar Ransiki Irian Jaya, PPPG.
- Badhroom dan Hanif, 1983 : Survey Pendahuluan Endapan Batubara di Cekungan Bintuni, Proyek Inventarisasi Batubara, Direktorat Sumberdaya Mineral, Laporan tidak dipublikasikan.
- Diessel C.F. K., 1992 : Coal Bearing Depositional Systems, Springer-Verlag, Berlin, Hiedelberg, New York, London, Paris, Tokyo, Hongkong, Barcelona, Budapest.
- Robertson Research, 1975 : Coal Resources of Indonesia, Vol. I.
- Romdhon Ali, 1974 : Geologi dan Stratigrafi Daerah Merdey Cekungan Bintuni bagian Utara, Irian Jaya, Departemen Teknik Geologi ITB, Tesis.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.








