PEMBENTUKAN KIPAS ALUVIAL DI DAERAH SINUNUKAN, KECAMATAN BATANG NATAL, KABUPATEN MANDAILING NATALPROVINSI SUMATERA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v2i2.211Kata Kunci:
Emas aluvial, endapan, mineral, pemboranAbstrak
Keterdapatan emas aluvial di Desa Sinunukan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara telah diketahui sejak dahulu. Penambangan oleh rakyat maupun perusahan, umumnya dilakukan pada endapan tipe rombakan, endapan pantai, dan endapan undak. Interpretasi dari peta geologi dan foto udara, diperkirakan di daerah ini terdapat endapan
kipas aluvial, dimana endapan ini merupakan endapan yang berpotensi membawa mineral berharga seperti emas. Untuk mengetahui potensi mineral dan tipe endapan tersebut, di lakukan pemboran dengan menggunakan bor Bangka di daerah ini. Walaupun pemboran tidak mencakup seluruh daerah, akan tetapi data yang diperoleh cukup memberikan suatu informasi geologi bawah permukaan. Dari hasil pemboran, dapat diketahui pada bagian baratdaya blok penyelidikan lapisan kerikil dan kerakal berbentuk ″subrounded–round”, berukuran < 5 cm mempunyai ketebalan antara 4 - 8 m didominasi oleh batuan beku (andesit), dan batuan ubahan, setempat ditemukan batuan tersilisifikasi. Kearah timurlaut ukuran fragmen membesar menjadi sekitar 5 cm14 cm. Adanya lapisan lumpur, lempung, pasir, kerikil atau kerakal yang membentuk lapisan berselang-seling akibat pengendapan yang berulang-ulang, merupakan khas tipe Water Laid Deposits. Hasil pemetaan topografi, “top grave”, “isopach gravel”, dan “isograde”, dapat memperkuat dugaan bahwa di daerah ini terdapat suatu endapan kipas aluvial Dari data tersebut dapat diperkirakan, bahwa dahulu ada suatu aliran massa dan membentuk kipas aluvial, dimana hulu dari aliran massa berada pada bagian timurlaut daerah kajian. Pembentukan kipas aluvial di daerah ini diperkirakan berasal dari aliran Batang Natal yang terjadi pada Zaman Plistosen - Awal Holosen pada saat air laut lebih rendah 50 m-100m dari permukaan laut sekarang, dan iklim saat itu “arid” dan “semiarid”. Kemudian sesudah permukaan laut naik yang diperkirakan pertengahan Holosen, endapan kipas aluvial tersebut tertutup oleh pasir, lempung dan gambut yang merupakan hasil endapan genang laut.
Referensi
Indo Mineratama PT, 1997, Laporan Pemboran Bor Meka Bangka 6” di Daerah Batahan Natal Sumatera Utara, tidak diterbitkan, PT Indo
Mineratama
Rock, N. M. S., Aldiss, D. T., Aspden, D. A. Clarke, M. C. G., Djunnuddin, A., Kartawa, W., Miswar, Thompson, S. J. and Whandoyo, R., 1983, Geologi Lembar Lubuksikaping, Sumatera, Skala 1 : 250.000; Pusat Penelitian dan Pengambangan Geologi Bandung.
Reineck., H.E – Singh,. I.B., 1980, Depositional Sedimentary Environments, Springer – Verlag, Berlin Heidelberg, New York.
Said Aziz, 1996, Laporan Studi Sedimen Kuarter Serta Hubungannya
Dengan Emas Plaser di Daerah Natal, Provinsi Sumatera Utara,
tidak diterbitkan, PT. Timah – Proyek Eksplorasi Non – Timah, Jakarta.
Tim Eksplorasi, 1999, Laporan Eksplorasi DU 363 Natal, tidak diterbitan, PT Timah Investasi Mineral, Jakarta.
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
