DELINEASI AREA PROSPEK DAN KARAKTERISASI RESERVOIR PANAS BUMI NON-VULKANIK UNTUK PEMANFAATAN LANGSUNG DI BANDA BARU, MALUKU TENGAH
PROSPECT AREA DELINEATION AND CHARACTERIZATION OF NON-VOLCANIC GEOTHERMAL RESERVOIRS FOR DIRECT USE IN BANDA BARU, CENTRAL MALUKU
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v20i3.548Kata Kunci:
pemanfaatan langsung, panas bumi, Banda Baru, integrasi data geosains, zonasi potensi air tanahAbstrak
Kesenjangan antara potensi pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia (230 MWt) dengan realisasi utilisasinya (8 MWt) menuntut metode delineasi yang presisi pada sistem non-vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi reservoir dangkal dan mendelineasi area prospek di Banda Baru, Maluku Tengah, menggunakan integrasi data geosains terpadu. Metode Multi-Influencing Factor (MIF) berbasis SIG diaplikasikan untuk memetakan potensi air tanah, yang kemudian disintesis dengan anomali gas tanah CO2 dan pemodelan gradien resistivitas Magnetotellurik (MT). Hasil penelitian mengidentifikasi area prospek seluas 6,49 km2 yang dikontrol oleh struktur sesar pada batuan metamorf. Validasi melalui pengeboran sumur landaian suhu BBR-1 menunjukkan keberhasilan signifikan dengan ditemukannya fluida bersuhu 95°C pada kedalaman 164 meter. Temuan ini memicu re-evaluasi interpretasi geofisika, di mana nilai resistivitas rendah (<50 ohm-m) terbukti merepresentasikan akuifer panas aktif, bukan lapisan penudung (caprock) konvensional. Berdasarkan hasil uji produksi, total potensi sumber daya terukur di wilayah ini diestimasi sebesar 6,3 MWt. Integrasi model ini memberikan instrumen strategis bagi pengembangan energi panas bumi non-vulkanik yang efisien untuk mendukung ekonomi lokal melalui skema pemanfaatan langsung secara berkelanjutan.
Referensi
Badan Geologi. (2024). Keputusan Kepala Badan Geologi Nomor 145.K/GL.04/BGL/2024 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Perhitungan Potensi Pemanfaatan Langsung Panas Bumi pada PSDMBP. Bandung: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Akter, A., Uddin, A. M. H., dkk. (2020). Predicting groundwater recharge potential zones using geospatial technique. Sustainable Water Resources Management, 6(24). https://doi.org/10.1007/s40899-020-00384-w
Chiodini, G., Caliro, S., dkk. (2021). The Carbon Dioxide Emission as Indicator of the Geothermal Heat Flow—Review of Local and Regional Applications with a Special Focus on Italy. Energies, 14(21), 7416. https://doi.org/10.3390/en14217416
Cumming, W. (2009). Geothermal resource conceptual models using surface exploration data. Proceedings, Thirty-Fourth Workshop on Geothermal Reservoir Engineering, Stanford University, Stanford, California.
Cumming, W. (2016). Geophysics and resource conceptual models in geothermal exploration and development. In Geothermal Power Generation (pp. 37-105). Woodhead Publishing. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100337-4.00003-6
Gaillard, F. (2004). Laboratory measurements of electrical conductivity of hydrous and dry silicic melts under pressure. Earth Planet. Sci. Lett., 218(1/2), 215–228. https://doi.org/10.1016/S0012-821X(03)00652-5
Gutiérrez-Negrín, L. C. A. (2024). Evolution of worldwide geothermal power 2020–2023. Geothermal Energy, 12(1), 14. https://doi.org/10.1186/s40517-024-00290-w
Kisiki, C. P., Bekele, T. W., dkk. (2022). Geospatial application on mapping groundwater recharge zones in Makutupora basin, Tanzania. Heliyon, 8(10), e10760.
Lund, J. W., & Toth, A. N. (2021). Direct utilization of geothermal energy 2020 worldwide review. Geothermics, 90, 101915. https://doi.org/10.1016/j.geothermics.2020.101915
Lund, J. W., Huttrer, G. W., & Toth, A. N. (2022). Characteristics and trends in geothermal development and use, 1995 to 2020. Geothermics, 105, 102522. https://doi.org/10.1016/j.geothermics.2022.102522
Maryadi, M. & Mizunaga, H. (2016). Correlation Analysis between Audio-Magnetotelluric and Borehole Thermograms Data for Developing Electromagnetic Geothermometry. International Symposium on Earth Science and Technology.
Moeck, I. S. (2014). Catalog of geothermal play types based on geologic controls. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 37, 867–882. https://doi.org/10.1016/j.rser.2014.05.032
Nicholson, K. (1993). Geothermal fluids: Chemistry and exploration techniques. Springer-Verlag.
Noorollahi, Y., Ghasempour, R., & Jalilinasrabady, S. (2015). A GIS based integration method for geothermal resources exploration and site selection. Energy Exploration & Exploitation, 33(2), 243–258. https://doi.org/10.1260/0144-5987.33.2.243
Nugraha, H. S., Wahyuningsih, R., dkk. (2024). Prakiraan Potensi dan Utilisasi Energi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Langsung di Prospek Leles, Cianjur, Jawa Barat. Buletin Sumber Daya Geologi, 19(3), 209-222. https://doi.org/10.47599/bsdg.v19i3.435
Nugraha, H. S., Wildan, D., dkk. (2023). Rekomendasi Area Lokasi Tapak Sumur Eksplorasi Panas Bumi Menggunakan Pemodelan Sistem Informasi Geografis di Daerah Prospek Cisolok-Cisukarame, Sukabumi, Jawa Barat. Buletin Sumber Daya Geologi, 18(3), 197–215. https://doi.org/10.47599/bsdg.v18i3.407
Nwaiwu, U., Leach, M., & Liu, L. (2023). Development of an Improved Decision Support Tool for Geothermal Site Selection in Nigeria Based on Comprehensive Criteria. Energies, 16(22), 7602. https://doi.org/10.3390/en16227602
PSDMBP. (2011). Laporan akhir survei geofisika terpadu, gaya berat, geomagnet, dan geolistrik, daerah panas bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
PSDMBP. (2021). Laporan Integrasi Data Akuisisi Geosains Daerah Panas Bumi Bittuang, Cisolok-Cisukarame, Nage, Gunung Endut, Sembalun, Gunung Tampomas, Gunung Ciremai, dan Daerah Panas Bumi Marana. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
PSDMBP. (2022). Laporan Survei Rinci Geologi Daerah Panas Bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
PSDMBP. (2022). Laporan Survei Rinci Geokimia Daerah Panas Bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
PSDMBP. (2022). Laporan akhir survei rinci magnetotelurik (MT) dan time domain electromagnetic (TDEM) daerah panas bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
PSDMBP. (2025). Laporan survei pengeboran landaian suhu BBR-1 daerah panas bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bandung: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi.
Rahadinata, T. (2024). Analisis gradien resistivitas dari data magnetotellurik untuk deliniasi area prospek di Lapangan Panas Bumi Nage, Nusa Tenggara Timur, Indonesia (Tesis magister). Institut Teknologi Bandung.
Shaban, A., Khawlie, M., dkk. (2001). Assessment of road instability along a typical mountainous road using GIS and aerial photos, Lebanon–eastern Mediterranean. Bulletin of Engineering Geology and the Environment, 60, 93–101. https://doi.org/10.1007/s100640000088
Shaban, A., Khawlie, M., & Abdallah, C. (2001). Use of remote sensing and GIS to determine recharge potential zones: the case of Occidental Lebanon. Hydrogeology Journal, 14, 433-443.
Subramani, D., Kamaraj, P., dkk. (2024). Mapping of Groundwater Recharge Zones in Hard Rock Aquifer through Analytic Hierarchy Process in Geospatial Platform. Water, 16(11), 1484. https://doi.org/10.3390/w16111484
Tende, A. W., liiya, M. M., dkk. (2025). GIS-based multi-criteria predictive modelling for geothermal energy exploration. Energy Geoscience, 6(1), 100409. https://doi.org/10.1016/j.engeos.2025.100409
Thapa, R., Gupta, S., dkk. (2020). Application of geospatial modeling in deciphering groundwater recharge site and structures in Paschim Medinipur district, India. Sustainable Water Resources Management, 6(79). https://doi.org/10.1007/s40899-020-00442-3
Tjokrosapoetro, S., Achdan, A., & Rusmana, E. (1993). Peta Geologi Lembar Ambon, Maluku. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
6Zghibi, A., Mirchi, A., dkk. (2020). Using analytical hierarchy process and multi-influencing factors to map groundwater recharge zones in a semi-arid Mediterranean coastal aquifer. Water, 12(9), 2525. https://doi.org/10.3390/w12092525
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Buletin Sumber Daya Geologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
