POTENSI PENGEMBANGAN GASIFIKASI BATUBARA BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH ASAM-ASAM, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN
DEVELOPMENT POTENTIAL OF UNDERGROUND COAL GASIFICATION IN ASAM-ASAM AREA, TANAH LAUT REGENCY, SOUTH KALIMANTAN
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v20i3.539Abstrak
Potensi sumber daya batubara bawah permukaan belum dieksploitasi secara maksimal, sehingga dibutuhkan metode penambangan baru dan salah satunya adalah underground coal gasification (UCG). Cekungan Asam-asam merupakan salah satu cekungan penghasil batubara di Indonesia yang dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pengembangan UCG pada daerah tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi kriteria geologi lapisan batubara seperti ketebalan lapisan, kedalaman, peringkat batubara, kemiringan lapisan, batuan pengapit, struktur geologi dan inventori batubara yang terletak di daerah Asam-asam. Data dikumpulkan melalui pengeboran inti dan analisis well logging pada 4 titik bor (MIA004– MIA007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah ini memiliki 9 lapisan batubara: A, B, C, D, E, F, G, H, dan I. Ketebalan lapisan batubara bervariasi antara 0,49 meter hingga 18,95 meter, dengan batuan pengapit yang didominasi oleh batulempung, serta beberapa lapisan yang diapit oleh batupasir dan batulanau. Peringkat batubara didominasi oleh bituminus zat terbang tinggi. Lapisan B, C, F, G dan H memenuhi kriteria inventori batubara. Evaluasi menggunakan metode analytical hierarchy process menunjukkan bahwa Lapisan F memiliki potensi tertinggi untuk pengembangan UCG dengan nilai rata-rata 0,78.
Referensi
Anggara, F., Riasetiawan, M., Assamarqandi, F.R., Sartika, B.F., Rizaldi, I.J., Syahra, V., Ibrahim, M.A. dan Rahmat, S.B., 2022. Screening criteria of underground coal gasification (UCG): A case study from Mangunjaya Area, South Sumatra Basin, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1071(1), hal.1-12.
ASTM International, 2004. Standard classification of coals by rank (D388). West Conshohocken, PA: ASTM International.
Bielowicz, B. dan Kasiński, J.R., 2015. The possibility of underground gasification of lignite from Polish deposits. International Journal of Coal Geology, 139, hal.191-205.
Badan Standardisasi Nasional, 2019. SNI 5015:2019 Pedoman pelaporan hasil eksplorasi, sumber daya, dan cadangan batubara. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, 2021. Road map pengembangan dan pemanfaatan batubara 2021-2045. Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dwitama, E.P., Ramdhani, M.R. dan Ulfa, R.M., 2021. Evaluasi pendahuluan potensi underground coal gasification di Cekungan Sumatra Selatan: Studi kasus batubara Formasi Muara Enim. Buletin Sumber Daya Geologi, 16(2), hal.83-97.
Ge, S., 2017. Underground coal gasification: A clean coal technology. Journal of China University of Mining and Technology, 46(4), hal.679-691.
Google, 2025. Kalimantan Selatan. Available at: https://www.google.com/maps/place/Kalimantan+Selatan [Accessed 14 July 2025].
Huang, W., Wang, Z., Xie, T. dan Du, X., 2019. Feasibility study on underground coal gasification of quality characteristics of 9 Chinese coal types. Energy Sources, Part A: Recovery, Utilization, and Environmental Effects, 42(2), hal.745-761.
Meshram, P., Purohit, B.K., Sinha, M.K., Sahu, S.K. dan Pandey, B.D., 2015. Environmental risks and benefits. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 41, hal.745-761.
Moorhouse, J., Huot, M. dan McCulloch, M., 2010. Underground coal gasification: Environmental risks and benefits. Calgary: Pembina Institute.
Odeh, A.O., 2017. Pyrolysis: Pathway to coal clean technologies. In: Coal Combustion. IntechOpen, hal.1-20.
Purnama, A.B. dan Huda, M., 2019. A preliminary study of Indonesian coal basins for underground coal gasification development. Indonesian Mining Journal, 22(1), hal.61-76.
Saaty, T.L., 1987. The analytic hierarchy process—what it is and how it is used. Mathematical Modelling, 9(3-5), hal.161-176.
Satyana, A.H., 1995. Paleogene unconformities in the Barito Basin, S.E. Kalimantan: A concept for the solution of the “Barito Dilemma” and a key to the search for Paleogene structures. In: Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, 24th Annual Convention. Jakarta: Indonesian Petroleum Association, hal.263-276.
Sikumbang, N. dan Heryanto, R., 1994. Peta geologi lembar Banjarmasin, Kalimantan. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Wood, G.H., Jr., Kehn, T.M., Carter, M.D. dan Culbertson, W.C., 1983. Coal resource classification system of the U.S. Geological Survey. Denver: U.S. Geological Survey
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Buletin Sumber Daya Geologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
