KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI BERDASARKAN PENGAMATAN INTI BOR DENGAN METODE ANALYTICAL SPECTRAL DEVICES (ASD) DAN CORESCAN DI AREA PIT A DAN PIT C DAERAH TUMPANGPITU, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR
ALTERATION AND MINERALIZATION CHARACTERISTICS BASED ON CORE LOGGING OBSERVATION WITH ANALYTICAL SPECTRAL DEVICES (ASD) AND CORESCAN METHODS AT PIT A AND PIT C AREA OF TUMPANGPITU, BANYUWANGI DISTRICT, EAST JAVA
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v20i1.487Abstrak
Daerah penelitian terletak di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) milik PT Bumi Suksesindo di daerah Tumpangpitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini mencakup dua area yaitu Pit A dan Pit C. Di daerah Tumpangpitu terdapat tipe deposit bijih emas epitermal sulfidasi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis litologi, alterasi, mineralisasi, dan tipe deposit bijih pada daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemerian inti pengeboran pengukuran analytical spectral devices (ASD), corescan, dan analisis mineragrafi. Penelitian dilakukan menggunakan data 10 inti bor yaitu, GTD-719, GTD-727, GTD-728, GTD-735, GTD-778, GTD-781, GTD-782, GTD-785, GTD-786 dan GTD-792. Hasil korelasi lubang bor daerah penelitian menunjukkan bahwa litologi tersusun oleh vulkanik andesit, breksi preatomagmatik phase 1, vulkanik dasit, diorit, breksi preatomagmatik phase 2, dan kubah intrusi dasit. Berdasarkan himpunan mineral ubahan, pH, dan temperatur terdapat 7 zona alterasi yaitu, silika, silika ± alunit, pirofilit ± diaspor ± alunit, alunit ± pirofilit ± dickit ± kaolinit, alunit ± kaolin, kaolinit ± dickit ± monmorillonit-illit, klorit ± monmorillonit-illit. Mineralisasi yang dijumpai berupa pirit (FeS2), enargit (Cu₃AsS₄) dan sfalerit ((ZnFe)S). Tipe deposit daerah penelitian adalah deposit epitermal sulfidasi tinggi dengan kedalaman 500-1.000 meter (intermediet).
Referensi
Achdan, & Bachri. (1993). Peta Gelogi Lembar Blambangan, Jawa Timur. Bandung.
Bemmelen, V. (1948). The Geology Of Indonesia. Goverment Printing, The Hague 1949.
Corbett, G., & Leach, T. (1997). Southwest Pacific Rim Gold-Copper Systems: Structure, Alteration, and Mineralization.
Dermawan, I. A., Subandrio, A. S., Rudyawan, A., Sanjaya, A. D., Maharief, R., Anditya, K., . . . Muttaqien, M. S. (2020). Structural Control Related With Medium-To-Very High Au Grade At Pit B East And B West, Tujuh Bukit Mine, East Java. Bulletin GEOLOGY Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), 4, 456-473. doi:10.5614/bull.geol.2020.4.1.2.
Dept. Geoscience, PT Bumi Suksesindo. TB Geological Posters and Logging Atlas. Unpublished.
Hammilton, W. (1979). Tectonics of the Indonesian Region.
Harrison, R. L. (2018). The Tumpangpitu porphyry gold-copper-modlybdenum and high-sulfidation epithermal gold-silver deposit, Tujuh Bukit, Southeast Java, Indonesia. University of Tasmania Open Access Repository.
Harrison, R. L., Maryono, A., Norris, M. S., Rohrlach, B. D., Cooke, D. R., Thompson, J. M., . . . Thiede, D. S. (2017).
Geochronology of the Tumpangpitu porphyry gold-copper-molybdenum and high-sulfidation epithermal gold-silver-copper deposit - Evidence for pre- and post-mineralization diatremes in the Tujuh Bukit district, Southeast Java, Indonesia. Economic Geology.
Hauff, P. (2008). An Overview Of Vis-Nir-Swir Field Spectroscopy As Applied To Precious Metals Exploration. Arvada: Spectral International Inc.
Husein, S. (2016). Fieldtrip Geologi Cekungan Jawa Timur Utara. Yogyakarta: Dept. of Geological Engineering UGM.
Lawrence, L. (1981). Ore Microscopy (Mineragraphy). In: Mineralogy. Encyclopedia of Earth Science. Springer, Boston, MA. doi:https://doi.org/10.1007/0-387-30720-6_95.
Lindgren, W. (1933). Mineral Deposits. New York and London: McGRAW-HILL BOOK COMPANY, Inc .
Myaing, Y. Y., Idrus, A., & Titisari, A. (2018, Februari). Fluid Inclusion Study of The Tumpangpitu High Sulfidation Epithermal Gold Deposit in Banyuwangi District, East Java, Indonesia. Journal of Geoscience Engineering Environment and Technology, 03, 8-14. doi:10.24273/jgeet.2018.3.01.1039.
Noor, D., & Widodo, B. (2016). Alterasi Hidrotermal Daerah Wonotirto Dan Sekitarnya Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 1-12.
Pannekoek, A.J. (1949) Outline of the Geomorphology of Java. Reprint from Tijdschriftvan Het Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap, vol. LXVI part 3, E.J. Brill, Leiden, pp. 270-325.
Thompson, A.J.B., and Thompson, J.F.H., 1996, Atlas of alteration: A field and petrographic guide to hydrothermal alteration minerals: Geological Association of Canada, Mineral Deposits Division, 119 p.
White, N. C., & Hedenquist, J. W. (1995). Epithermal Gold Deposits: Styles, Characteristics And Exploration. SEG Newsletter, 23, 9-1
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
