PENENTUAN PERLAPISAN BATUGAMPING FORMASI RAJAMANDALA MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR DI DAERAH PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v11i3.29Abstrak
Batugamping Formasi Rajamandala sangat menarik untuk diteliti karena batuannya tersingkap secara luas di permukaan. Batugamping terbentuk di wilayah laut dangkal yang tersingkap menjadi perbukitan karena gejala tektonik berupa subduksi dan lipatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk mengetahui sebaran fasies batugamping. Penelitian ini meliputi, pengambilan data pada frekuensi 75 MHz, pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak ReflexW, dan interpretasi data lapangan. Data bor digunakan untuk membantu interpretasi sebaran fasies dalam arah vertikal. Frekuensi antena yang digunakan adalah 75 MHz. Penggunaan frekuensi ini memberikan kemampuan resolusi yang cukup baik dengan jangkauan kedalaman yang memenuhi target. Proses pengolahan data GPR dilakukan dengan tahapan, penapisan noise, penguatan sinyal gelombang, proses bandpass frekuensi, dekonvolusi, stack trace, migrasi kirchoff, penapisan f-k-filter, dan penerapan koreksi statik. Data yang sudah diolah kemudian diinterpretasi dan dianalisis sehingga didapatkan sebaran fasies dan struktur batugamping. Daerah Cikamuning sekitar sumur X merupakan daerah slope dari terumbu, karena didominasi oleh fasies batugamping packstone-grainstone dan floatstone-rudstone dengan arah pengendapan timurlaut - baratdaya.
Unduhan
Referensi
Annan dan Davis, 1989. Ground Penetrating Radar, Workshop Notes, Sensor & Software Inc.
Baker, G.S., dan Harry, 2007. Stratigraphic analysis using GPR. Geological Society of America.
Baker, P.L., 1991. Response of ground penetrating radar to bounding surfaces and lithofacies variations in sand barrier sequence. Expl Geophys ,22,: h. 19-22.
Dunham, R.J., 1962. Classification Of carbonate rocks according to depositional textures. AAPG Memoir No. 1.
Embry, A.F., dan Klovan, J.E., 1971. Late Devonian reef tract on Northeastern BanksIsland. Canadian Petroleum Geology Bulletin, 19, h. 730-781.
Geological Research Group, 2009. Geology of Rajamandala Complex. Faculty of Earth Sciences and Technology ITB.
Nugroho, D., dkk., 2009. Significance of the sedimentology and stratigrafy for the evolution and demise of the oligocene rajamandala limestone, Padalarang, West Java, Indonesia. Indonesian Petroleum Association.
Sandmeier, K.J., 1998. ReflexW Version 5 Reference Manual. Http://www.sandmeier-eo.de/Reflex/ reflexw.html.
Siregar, S., 2005. Sedimentasi dan model terumbu Formasi Rajamandala di daerah Padalarang-Jawa Barat. Riset Geologi dan Pertambangan, Jilid 16 No.1.
Sudjatmiko, 1972. Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
