Penafsiran Tipe Mineralisasi Emas Berdasarkan Data Inklusi Fluida di Daerah Siulak Deras, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v3i1.157Kata Kunci:
Data Inklusi Fluida, Emas, Siluak DerasAbstrak
Dengan memanfaatkan data inklusi fluida hasil proyek penyelidikan Pusat Sumber Daya Geologi tahun Anggaran 2006, dicoba ditafsirkan tipe mineralisasi emas di Daerah Siulak Deras, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Tipe endapan emas sangat penting diketahui karena berkaitan dengan potensi endapan emas di daerah ini.
Litologi daerah ini terdiri dari andesit, batuan gunungapi, kwarsa porfir dan granodiorit. Petunjuk mineralisasi logam selain berupa ubahan juga ditemukan sulfida logam termasuk logam dasar pada urat-urat kwarsa.
Ada dua conto urat kwarsa yang diamati inklusi fluidanya yaitu conto AT/PR1 / 2 /Fi Ujung Ladang yang diambil dari urat kwarsa tekstur “sugary” pada batuan granodiorit dari parit uji (PR 1) dan conto STL/02/R/03/Fi yang diambil dari zona urat pada batuan andesit. Pengamatan dilakukan di Laboratorium LIPI Bandung. Hasil pengukuran mikrotermometri didapatkan Th 129 - 198 o C, Dengan tiga modus pada 129oC, 177oC dan 198o C, kadar NaCl 1,4 – 2,2 % W, besaran ini mengindikasikan tipe mineralisasi epitermal yang berasosiasi dengan logam dasar.
Dari data inklusi fluida ditafsirkan bahwa kedalaman mineralisasi masih cukup
tebal oleh karena proses erosi mencapai sekitar 72, 13 meter dari paleo surface. Dengan asumsi mineralisasi memiliki penetrasi hingga kedalaman 400 meter berarti mineralisasi tersisa (terawetkan) atau belum tererosi adalah sekitar 300 meter lebih. Dengan demikian masih relatif cukup tebal sehingga diduga memiliki potensi, karenanya
perlu diselidiki lebih rinci.
Unduhan
Referensi
Arthur W. Rose, Herbert E. Hawkes and John S. Webb, 1979, Geochemistry in Mineral Exploration, Second Edition.
Bemmelen, R.W. van 1949, The Geology of Indonesia Vol.II, Martinus Nijhoff,The Hague.
Crow, M.J., Johnson, C.C., McCourt, W.J.,dan Harmanto, 1993. The Simplified Geology and Known Metalliferous Mineral Occurences, Painan
Quadrangle Southern Sumatra. Special Publication of the Directorate
of Mineral Resources No. 52-B
PT. Ingold, 1999. First Quarter Report on Activities during Year I of the
Exploration Period (1 January to 31 March 1999).
----------------------, 2000, Second and Final Relingquisment and Termination Reports for the Sumatra Satu COW-Area, Jambi and Sumatera Barat, End of Year II of the Exploration period.
Rosidi, H.M.D., Tjokrosapoetro. S, Pendowo. B, 1976, Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Lembar Muara Siberut, Sumatera,
Direktorat Geologi, skala 1:250.000
Gunradi, R., Sukarya, 1996. Laporan Eksplorasi Mineral Logam Dasar
dan Logam Mulia di Daerah Siulak Deras, Kabupaten Kerinci (Jambi)
dan Kabupaten Pesisir Selatan (Sumatera Barat) Tahun Anggaran
/1997. Direktorat Sumberdaya Mineral. Proyek Eksplorasi Bahan
Galian Mineral Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
