EVOLUSI FLUIDA HIDROTERMAL-MAGMATIK PADA PROSPEK PORFIRI-EPITERMAL Cu-Au RANDU KUNING, SELOGIRI, JAWA TENGAH, INDONESIA:KAJIAN BERDASARKAN STUDI INKLUSI FLUIDA
MAGMATIC-HYDROTHERMAL FLUID EVOLUTION IN THE PORPHYRY-EPITHERMAL CU-AU RANDU KUNING PROSPECT, SELOGIRI, CENTRAL JAVA, INDONESIA: INSIGHTS FROM FLUID INCLUSION STUDIES
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v21i2.608Kata Kunci:
Tipe alterasi, Inklusi fluida, Evolusi fluida, Magmatik HidrotermalAbstrak
Prospek Randu Kuning merupakan sistem mineralisasi hidrotermal magmatik yang menunjukkan evolusi dari lingkungan porfiri menuju sistem epitermal. Secara regional, daerah penelitian berada di Zona Pegunungan Selatan Jawa dan didominasi oleh batuan vulkaniklastik, silisiklastik, dan karbonat Formasi Mandalika dan Formasi Semilir yang diterobos oleh sejumlah tubuh intrusi dioritik yang berasosiasi dengan aktivitas magmatisme Eosen Akhir hingga Miosen Awal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi evolusi fluida pembentuk bijih berdasarkan karakteristik inklusi fluida serta keterkaitannya dengan alterasi hidrotermal dan mineralisasi. Analisis inklusi fluida dilakukan terhadap sepuluh sampel urat yang mewakili lingkungan porfiri dan epitermal menggunakan peralatan Linkam T95 heating-freezing stage. Untuk mendukung interpretasi, penelitian ini juga dilengkapi dengan analisis petrografi, difraksi sinar-X (XRD), QEMSCAN, fluoresensi sinar-X (XRF), dan ICP-MS. Data inklusi fluida menunjukkan bahwa sistem hidrotermal Randu Kuning berkembang melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap porfiri awal, porfiri menengah, dan porfiri akhir hingga epitermal. Tahap porfiri awal dicirikan oleh fluida bersuhu tinggi dengan temperatur homogenisasi sekitar 600°C dan salinitas berkisar antara 16 hingga 72 wt.% NaCl ekuivalen. Fluida ini berasosiasi dengan pembentukan urat kuarsa tipe A dan tipe M serta alterasi potasik. Tahap porfiri menengah ditandai oleh penurunan temperatur menjadi sekitar 300–350°C dengan salinitas antara 16 hingga 48 wt.% NaCl ekuivalen. Fluida pada tahap ini berhubungan dengan pembentukan urat kuarsa pembawa sulfida tipe AB dan tipe C, serta berkembangnya alterasi filik dan klorit-serisit-magnetit. Tahap terakhir, yaitu porfiri akhir hingga epitermal, dicirikan oleh temperatur yang lebih rendah, sekitar 200–350°C, dan salinitas 2,31–36,74 wt.% NaCl ekuivalen. Tahap ini menghasilkan urat tipe D, urat karbonat–pirit–sfalerit–kalkopirit, serta berbagai urat bertipe epitermal lainnya yang disertai perkembangan alterasi propilitik luar, argilik menengah, dan alterasi argilik lanjut yang berkembang secara terbatas. Penurunan temperatur dan salinitas secara progresif menunjukkan adanya evolusi fluida hidrotermal yang berkesinambungan dari lingkungan porfiri menuju lingkungan epitermal yang lebih dangkal, diperkirakan terutama dikendalikan oleh proses pendinginan dan pencampuran dengan air meteorik.
Referensi
Corbett, G., 2011, Comments on The Exploration Potential of The Wonogiri Porphyry Cu-Au Project, Central Java, Indonesia, Corbett Geological Services Pty. Ltd., Unpublished, 27 p.
Corbett, G., 2012, Further Comments on The Wonogiri Porphyry Cu-Au Project Central Java, Indonesia, Corbett Geological Services Pty. Ltd., Unpublished, 37 p.
Falkenberg, J. J., Keith,M., Melfos,V., Hohl,M., Karsten M. Haase, K. M., Voudouris, P., Höss, A., Wenske, J., Reiner, R., Beier, C., Kutzschbach, M., and Strauss, H., 2024. Insights Into Fluid Evolution and Re Enrichment by Mineral Micro-analysis and Fluid Inclusion Constraints: Evidence from the Maronia Cu-Mo ± Re ± Au Porphyry System in NE Greece. Mineralium Deposita (2024) 59:1407-1431, http://doi.org/10.1007/s00126-024-01273-4.
Idrus A., Cendi, D.P., Lucas D. Setijadi, Sutarto, Ernowo, Grigorius A. S., and van Leeuwen, T., 2023,
Nature of magma and ore-forming conditions at the Randu Kuning porphyry Cu-Au deposit, Indonesia: a comparative study with other Cu-Au deposits in the region. International Geology Review 66(13), 2365–2383.
Imai, A., Shinomiya, J., Soe, M.T., Setijadji, L.D., Watanabe, K., and Warmada, I.W., 2007, Porphyry-Type Mineralization at Selogiri Area, Wonogiri Regency, Central Java, Indonesia, Resources Geology, vol.57, no. 2:230-240.
Liu Y., Holling, P., Sun, J., and Brzozowski, J. J., 2022.
Hydrothermal Evolution from Porphyry to Epithermal-style Mineralization in The Naozhi Deposit, NE China. Ore Geology Reviews, 150, 105131. DOI 10.1016/j.oregeorev.2022.105131
Muthi, A., Basten, I.G., Suasta, I.G.M., and Litaay, N.E.W., 2012, Characteristic of Alteration and Mineralization at Randu Kuning-Wonogiri Project, Proceeding of Banda and Eastern Sunda Arcs 2012 MGEI Annual Convention, 26-27 November 2012, Malang, East Java, Indonesia, p. 117-132.
Nash, T., 1976, Fluid-Inclusion Petrology-Data from Porphyry Copper Deposits and Applications to Exploration, Geological and Resources of Copper Deposits, Geological Sirvey Professional Paper 907-D, 16 p.
Nightingale, P.L., 2014, Report on Activities for the Quarter Ended 30 September 2014, Augur Resources Ltd. 11 p.
Roedder, E., 1984, Fluid Inclusions. Mineralogical Society of America, Reviews in Mineralogy, 12, 644 p.
Setijadji, L.D., Kajino, S., Imai, A., and Watanabe, K., 2006, Cenozoic Island Arc Magmatism in Java Island (Sunda Arc, Indonesia): Clues on Relationships between Geodynamics of Volcanic Centers and Ore Mineralization, Resources Geology, vol.56, no.3,267-292.
Setijadji, L.D., and Maryono, A., 2012, Geology and Arc Magmatism of the Eastern Sunda Arc, Indonesia, Proceeding of Banda and Eastern Sunda Arcs 2012 MGEI Annual Convention, 26-27 November 2012, Malang, East Java, Indonesia, p.1-22.
Soeria-Atmadja, R. Maury,R.C., Bellon,H., Pringgoprawiro,H., Polvé,M., Jorong, J.L.,Cyrille, Y., Bougault,H. And Hasanudin, 1985. The Occurence of Back-Arc Basalts in Western Indonesia. Proceedings XIV Annual Convention of the Indonesian Association of Geologists (IAGI), Jakarta, p. 125-132.
Soeria-Atmadja, R., Maury,R.C., Bellon,H., Pringgoprawiro, H., Polvé, M., and Priadi, B., 1991. The Teriary Magmatic Belt in Java, The Proceeding of the Silver Jubbiles Symposium On the Dynamics of Subduction and Its Products,Yogyakarta: p. 98-121.
Soeria-Atmadja, R. Maury, R.C., Bellon, H., Pringgoprawiro, H., Polvé, M., and Priadi, B., 1994, Tertiary Magmatic Belt in Java, Journal of Southeast Asian Earth Science. 9, 13-27.
Suasta, I.G.M and Sinugroho, I.A., 2011, Occurrence of Zoned Epithermal to Porphyry Type Cu-Au Mineralization at Wonogiri, Central Java, Proceeding of The 36th HAGI and 40th IAGI Annual Convention.
Sutarto, Idrus, A., Meyer, M., Harijoko,A., Setijadji, L.D., , and Danny, R. 2013, The Dioritic Alteraation Model of The Randu Kuning Porphyry Cu-Au, Selogiri Area, Central Java. Proceedings International Conference on Georesources and Geological Engineering, December 11-12, 2013 Yogyakarta, ISBN 978-602-14066-5-6. p.122-132.
Sutarto, Idrus, A., Harijoko, A., Setijadji, L.D. and Meyer, F.M., 2015, Veins and Hydrothermal Breccias of The Randu Kuning Porphyry Cu-Au and Epithermal Au Deposits at Selogiri Area, Central Java, Indonesia. J.SE Asian Appl.Geol., 2015, Vol. 7(2),pp.80-99.ISSN 2086-5104.
Terrence, P.M, Leys, C., and Richard, W.H., 2020, Fluid Inclusion Systematics in Porphyry Copper Deposits: The Super-giant Grasberg Deposit, Indonesia, as a case study.Ore Geology Reviews, 123,103570. DOI.10.1016/j.oregeorev.2020.103570.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Buletin Sumber Daya Geologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan di Buletin Sumber Daya Geologi menyetujui ketentuan berikut:
- Hak publikasi atas seluruh materi yang diterbitkan dipegang oleh Buletin Sumber Daya Geologi dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral tetap menjadi milik penulis.
- Seluruh artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0).
- Dengan lisensi ini, siapa pun boleh menyalin, menyebarluaskan, dan mengadaptasi karya untuk tujuan nonkomersial, dengan syarat mencantumkan penulis dan jurnal, menyertakan tautan lisensi, menandai perubahan yang dibuat, dan menyebarluaskan karya turunan dengan lisensi yang sama.
- Penggunaan untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari penerbit.
- Penulis boleh mengunggah versi terbit artikelnya ke repositori institusi, situs pribadi, atau jejaring akademik, dengan mencantumkan publikasi asli di Buletin Sumber Daya Geologi beserta DOI-nya.
