Analisis Sumber Gempa Bumi Lebak 23 Januari 2018

Penulis

  • Tio Azhar Prakoso Setiadi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis http://orcid.org/0000-0002-2429-6147
  • Marlita Aulia Rahman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis
  • Yusuf Hadi Perdana Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis
  • Agustya Adi Martha Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis
  • Nova Heryandoko Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis
  • Supriyanto Rohadi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Penulis

DOI:

https://doi.org/10.34126/jlbg.v10i3.254

Kata Kunci:

Gempa bumi, relokasi hiposentrum, HC-plot, tekanan Coulomb, Lebak, zona sesar Cimandiri

Abstrak

Gempa bumi tektonik 23 Januari 2018 berkekuatan M 6,1 telah mengguncang wilayah Lebak  dan sekitarnya. Guncangan gempa bumi ini berdampak berrisiko yang cukup serius. Menjadi perhatian dari peristiwa ini adalah pusat gempa bumnyai berada di laut pada  zona sesar Cimandiri sebagai kelanjutan dari zona sesar yang berada di daratan. Penelitian ini berhasil melakukan relokasi episenter dan hiposenter gempa bumi bersumber dari BMKG dari tanggal 23 hingga 28 Januari 2018 sebanyak 62 kejadian gempa bumi, menentukan bidang sesarnya, dan perkiraan transfer tekanan Coulomb gempa bumi utama (mainshock). Relokasi hiposentrum gempa bumi menunjukan adanya lineasi sumber gempa bumi yang mengarah baratdaya-timurlaut dan berasosiasi dengan terusan zona sesar Cimandiri ke arah arah daratan di Teluk Pelabuhan Ratu. Pengolahan HC-plot dapat menentukan bidang sesar sebenarnya pada gempa bumi Lebak yaitu bidang nodal 2 dengan nilai jurus N 41.79° E, kemiringan 81.4°, rake 43.9°. Selain itu analisis perubahan nilai tekanan Coulomb gempa bumi menunjukkan pengaruh gempa bumi utama yang menyebabkan terjadinya gempa bumi susulan di sekitar wilayah sumber.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2020-01-03

Terbitan

Bagian

Articles