KARAKTERISTIK GEOKIMIA UNSUR TANAH JARANG DALAM ENDAPAN BAUKSIT DI DAERAH SANDAI, KABUPATEN KETAPANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.47599/bsdg.v9i3.131Keywords:
bauksit saprolit, Granit Sukadana, unsur tanah jarangAbstract
Keberadaan unsur tanah jarang (UTJ) atau rare earth element (REE) di Indonesia belum diketahui secara menyeluruh. Salah satu lokasi keterdapatan UTJ berada di wilayah pertambangan timah aluvial sebagai mineral ikutan. Mineral monasit merupakan salah satu mineral yang mengandung UTJ. Kebutuhan UTJ sebagai bahan baku pada industri berteknologi tinggi semakin meningkat sehingga perlu upaya pencarian sumbernya selain pada lokasi penambangan timah. Pendekatan pencarian sumber dilakukan pada wilayah
terdapatnya batuan granit, diorit serta endapan bauksit. Satuan batuan Granit Sukadana yang memiliki wilayah cukup luas di daerah Sandai, Kabupaten Ketapang sebagian mengalami lateritisasi menjadi bauksit yang diduga mengandung UTJ. Karakteristik geokimia UTJ yang terkandung dalam conto lapisan tanah laterit horison B dan dalam tanah dengan fragmen bauksit saprolit pada sumur uji menunjukkan bahwa peningkatan kandungan gadolinium (Gd) dan praseodymium (Pr) terdapat dalam conto tanah dengan fragmen bauksit saprolit. Sumber UTJ di daerah ini berhubungan dengan batuan granit tipe-S yang berasosiasi dengan cebakan timah.
References
Anonim, 2012. Laporan Eksplorasi Umum Mineral Logam di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Anonim, 2013. Kabupaten Ketapang Dalam Angka 2013, BPS Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat
Anonim, 2014, Laporan Eksplorasi Umum REE di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung
Castor, B. dan James B. Hedrick, 2006. Rare Earth Elements, in Kogel, et al eds., 2006, Industrial Minerals and Rocks, 7th edition, Society for Mining, Metallurgy, andExploration, Inc., p. 769-792.
Boulange, B. dan Muller, J.P., 1990. Behaviour of the REE in a lateritic bauxite from syenite, Geochemistry of the Earth’s surface and of mineral formation, 2 International,Symposium, Juyi 2-8,1990, Aix em Provence, France
Hartono, U., 2012. Magmatism in Kalimantan, Centre for Geological Survey, Bandung.
Horbe, A.M.C., dan Costa, M.L., 1999. Geochemical evaluation of lateritic Sn-Zr-Th-Nb-Y-REE bearing ore body derived from apogranite, Amazonas-Brasil, Journal of Geochemical Exploration 66 : 339 - 351
Ishihara, 1980. Granitic Magmatism dan Related Mineralization, Mining Geology Special Issue No.8, 1980, The Society of Mining Geology of Japan, p. 13-28.
Rustandi E., dan de Keyser, F., 1993, Peta Geologi Lembar Ketapang Skala 1:250.000,Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung
Suprapto, S.J., 2009. Tinjauan Tentang Unsur Tanah Jarang, Buletin Sumber Daya GeologiVol.4 No.1-2009.
Suwargi, E., Sunuhadi D, N., Karno, 1994. Penyelidikan pendahuluan Logam Langkadidaerah Tumbang Titi dan Nangatayap, Kabupaten Ketapang, Kalimtan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors whose manuscripts are published in Buletin Sumber Daya Geologi agree to the following terms:
- Publication rights to all published materials are held by Buletin Sumber Daya Geologi with the knowledge of the authors, while the moral rights remain with the authors.
- All articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
- Under this license, anyone may copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the authors and the journal, a link to the license is provided, any changes are indicated, and adapted works are distributed under the same license.
- Commercial use of the published material requires written permission from the publisher.
- Authors may deposit the published version of their article in institutional repositories, personal websites, or academic networks, provided that the original publication in Buletin Sumber Daya Geologi is acknowledged with its DOI.
