Perbandingan Efisiensi Termal Cooler dengan Menggunakan Microsoft Excel dan HYSYS

Authors

  • Nadira Aurelia Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia
  • Rizna Aini Mandriana Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia
  • Putu Ayu Yuliani Indiasih Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37525/sp/2026-2/2524

Keywords:

Aspen HYSYS, Cooler, Efisiensi thermal, Fouling, Shell and Tube

Abstract

Cooler merupakan salah satu alat penukar panas yang digunakan untuk menurunkan temperatur produk solar sebelum dialirkan ke unit berikutnya. Pada kilang PPSDM Migas, tipe cooler yang digunakan yaitu tipe shell and tube. Dimana terdiri dari shell sebagai jalur aliran solar atau fluida panas dan tube sebagai jalur cooling water atau fluida dingin. Seiring berjalannya waktu operasi, cooler dapat mengalami penurunan kinerja akibat terbentuknya fouling atau kerak pada permukaan perpindahan panas yang mengakibatkan efektifitas pendinginan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja thermal cooler-11 (CL-11) berdasarkan data operasi di lapangan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data kondisi operasi seperti temperatur, laju alir, tekanan, dan sifat fisik fluida, kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Microsoft Excel dan Aspen HYSYS. Parameter yang digunakan meliputi efisiensi thermal alat, koefisien perpindahan panas pada kondisi bersih dan kotor, tahanan fouling, dan pressure drop alat. Hasil analisis yang didapatkan yaitu nilai efisiensi thermal cooler-11 sebesar 79,64% dengan Rd pada perhitungan Microsoft Excel sebesar 0,0091. Sedangkan untuk perhitungan Aspen HYSYS didapatkan Rd sebesar 0,03853. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CL-11 masih beroperasi dengan kinerja yang cukup baik namun belum optimal dikarenakan nilai factor fouling yang lebih besar daripada yang diijinkan, dimana Rd yang diijinkan sebesar 0,0030. Sehingga diperlukan perawatan dan pembersihan secara berkala untuk menjaga efisiensi dan kinerja CL-1.

References

Ningsih, E., Albanna, I., Witari, A. P., & Anggraini, G. L. (2022). Performance simulation on the shell and tube of heat exchanger by Aspen HYSYS V.10. Rekayasa Mesin, 13(3), 701–706. https://doi.org/10.21776/jrm.v13i3.1078

Incropera, F. P., DeWitt, D. P., Bergman, T. L., & Lavine, A. S. (2011). Fundamentals of heat and mass transfer (7th ed.). Wiley.

Kern, D. Q. (1983). Process heat transfer. New York, NY: McGraw-Hill Education.

Masyhuri, A., Puspawan, A., & Suandi, A. (2022) Analisa Efektivitas Heat Exchanger Oil Cooler Sebelum dan Sesudah Maintenance. REKAYASA MEKANIKA, 6(1), 23-30

Sari, H. N., Arsana, I. M., & Hidayatulloh, M. (2022). Pengaruh Fouling Factor Terhadap Performa Heat Exchanger Tipe Shell and Tube. Jurnal Mekanova, 8(1), 55–61, https://doi.org/10.35308/jmkn.v8i1.5438

Septiana, L., Andini, A., Ananda, A. S., & Ramadana, I. (2025). Evaluasi kinerja heat exchanger 1 (HE-1) dan heat exchanger 2 (HE-2) pada unit kilang. MigasZoom: Jurnal Pengelolaan Energi Migas, 7(1), 9–16. https://doi.org/10.37525/mz/2025- 1/644

Sitepu, A. H., Rahimuddin, Alwi, M. R., Hariyanto, S., Nikmatullah M. I., Nur, M. I. (2024) Analisis Efektivitas Heat Exchanger Type Shell and Tube Menggunakan CFD. Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman, 3(1), 1-7, https://do.org/10.25042/jrt2k.062024.01

Stephen, K. O., Oluseyi, O. A (2017) Fouling Phenomenon and Its Effect On Heat Exchanger: A Review. Frontiers in Heat and Mass Transfer, 9(31), 1-12, https://do.org/10.5098/hmt.9.31

Towler, G., & Sinnott, R. (2020). Chemical engineering design: Principles, practice and economics of plant and process design (6th ed.). Oxford, UK: Elsevier.

Wahyudi, A. T., Leestiana, F., & Widodo, R. (2022). Evaluasi kinerja heat exchanger pada fasilitas kilang PPSDM Migas Cepu dengan metode perhitungan fouling factor. Swara Patra: Majalah Ilmiah PPSDM Migas, 12(1) 17–23. https://doi.org/10.37525/sp/ 2022-1/322

Published

09/30/2026