Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Pegawai PPSDM Migas: Studi Korelasional

Authors

  • Nadila Rusuk Albarkah Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Novi Hery Yono Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37525/sp/2026-2/2485

Keywords:

beban kerja, stres kerja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara beban kerja pegawai dengan stres kerja pegawai. Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 104 pegawai PPSDM Migas. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu: skala stres kerja berdasarkan aspek dari Robbins (2008) dan skala beban kerja berdasarkan aspek dari Munandar (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada pegawai PPSDM Migas (r = 0.797 dan p = 0.000 (p < 0.05)). Semakin tinggi tingkat beban kerja yang dirasakan maka akan semakin tinggi tingkat stres kerja pegawai PPSDM Migas. Sebaliknya, semakin rendah tingkat beban kerja yang dirasakan, maka akan semakin rendah stres kerja pegawai PPSDM Migas. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja pegawai yang proporsional dan dukungan organisasi yang memadai untuk mengurangi stres kerja pegawai serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif bagi pegawai PPSDM Migas.

References

Dihartawan, D., Ariyanto, J., Latifah, N., A'la Al Maududi, A., & Odang, M. S. (2024). Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Pekerja Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 20(1), 42-48.

Felanny & Sukma R. M. (2013). Hubungan Stres Kerja dan Kepuasan Kerja pada Karyawan Perusahaan

X. Jurnal NOETIC Psychology, Vol. 03, No. 2.

Ghozali, I. (2020). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (9th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Handoko, H. T. (2000). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi II. Cetakan Keempat Belas. Yogyakarta: BPFE

Hart. S.G., & Staveland. LE (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index) result of empirical and theoretical research Amsterdam North-Holland

Hasibuan. Malayu, S.P.(2012). Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara Indriyani, L. S., & Dihan, F. N. (2025). Analisis faktor-faktor penyebab stres kerja terhadap

kepuasan kerja karyawan divisi rangka atas UPT Balai Yasa Yogyakarta. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 6672–6684. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1703

Jiang, T., Ge, H., Sun, J., Li, R., Han, R., & Liu, J. (2017). Relationship between occupational stress, 5- HT2A receptor polymorphisms and mental health in petroleum workers in the Xinjiang Arid desert: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health,14(4), 402.

Karasek Jr., R. A. (1979). Job Demands, Job Decision Latitude, and Mental Strain: Implications for Job Redesign. Administrative Science Quarterly, 24, 285-308. http://dx.doi.org/10.2307/2392498

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan tentang Kesehatan Mental dan Keselamatan Kerja di Sektor Energi.

Mangkunegara, A. P. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya. Munandar, A. S. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI-Press.

Nahrwold, M., Tatar, E., & Agung, M. (2022). Work-related stress in the oil and gas industry: A review. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 28(4), 887-895.

Priyatno, Duwi. (2010). Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom.

Rahmawati, F., Jannah, R., & Nurbaiti, N. (2023). The prevalence of occupational stress and its determinants among oil and gas workers in Indonesia. Occupational Health Psychology, 28(2), 105- 118

Robbins, S. P. (2002). Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga.

Safitri, H. U. (2020). Hubungan beban kerja dengan stres kerja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 174.

Sakti, E. W. (2016). Hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada karyawan administrasi di universitas x. Calyptra, 5(1), 1-15.

Sihotang, H. (2023). Metode penelitian kuantitatif. Uki Press.

Siegrist, J., & Li, J. (2016). Associations of Extrinsic and Intrinsic Components of Work Stress with Health: A Systematic Review of Evidence on the Effort-Reward Imbalance Model. International journal of environmental research and public health, 13(4), 432. https://doi.org/10.3390/ijerph13040432

Sudaryono. (2016). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarti, E., Supriyati, J., & Junaidi, J. (2021). Hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat pelaksana ruang rawat inap. Jurnal Psikologi Malahayati, 3(1), 20-27.

World Health Organization. Mental Health in the Workplace: Fact Sheet. 2021.

Zainal, A., Samad, A., & Lestari, N. (2023). The impact of shift work on workers’ mental health in the oil and gas sector: A systematic review. Journal of Occupational Health, 65(1), e12327

Published

09/30/2026