Material Hilang Sirkulasi Berbahan Dasar Rumput Laut (Eucheuma Cottoni) Dalam Lumpur Pemboran Berbahan Dasar Air Tawar
DOI:
https://doi.org/10.37525/mz/2026-1/3140Keywords:
Bio Massa, Eucheuma Cottonii, Fluida Pemboran, Hilang SirkulasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan bubuk rumput laut Eucheuma cottonii sebagai Lost Circulation Material (LCM) terhadap karakteristik lumpur pemboran berbahan dasar air tawar. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental pada skala laboratorium dengan menggunakan lumpur spud mud berbasis bentonite yang diformulasikan dengan penambahan bubuk rumput laut sebagai aditif alami. Pengujian sifat fisik, reologi, dan kimia lumpur dilakukan mengacu pada prosedur pengujian standar API. Data hasil pengujian dianalisis secara komparatif untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi bubuk rumput laut terhadap kinerja lumpur pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk rumput laut Eucheuma cottonii 200 mesh memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik, terutama reologi dan kimia lumpur pemboran. Peningkatan konsentrasi bubuk rumput laut menyebabkan kenaikan nilai plastic viscosity, yield point, dan gel strength, yang mengindikasikan terbentuknya struktur gel yang semakin kuat di dalam sistem lumpur. Sementara itu, nilai densitas lumpur cenderung konstan, namun masih berada dalam rentang standar API hingga konsentrasi 1,75 ppb. Nilai pH lumpur relatif stabil pada kondisi basa (± 9 - 10) selama seluruh rangkaian pengujian. Komposisi optimum diperoleh pada konsentrasi 0,5 dan 0,75 ppb karena menghasilkan keseimbangan yang baik antara sifat reologi dan stabilitas lumpur pemboran. Temuan ini menunjukkan bahwa bubuk rumput laut Eucheuma cottonii memiliki potensi sebagai LCM alami berbasis serat yang ramah lingkungan.
References
Abdul Hamid, A. R. (2017). Evaluasi penggunaan sistem lumpur synthetic oil base mud dan kel polimer pada pemboran sumur X lapangan Y.
Fatihah Majid, N., et al. (2019). A comprehensive investigation on the performance of durian rind as a lost circulation material in water-based drilling mud. Petroleum, 5(3), 285–294.
Hanif, I. H. (2015). Analisis lumpur berbahan dasar minyak Saraline dan Smooth Fluid pada temperatur tinggi dalam pengujian laboratorium. Universitas Trisakti.
Harry, T. F. (2017). Application of starches from selected local cassava as drilling mud additives. American Journal of Chemical Engineering, Special Issue: Oil Field Chemical and Petrochemicals, 10–20.
Inemugha, C. A. (2019). Effect of pH and salinity on rheological properties of drilling mud formulation from natural polymers. International Journal of Engineering and Management Research, 126–134.
Isçan, A. G., & Kok, M. V. (2007). Effects of polymers and CMC concentration on rheological and fluid loss parameters of water-based drilling fluids. Energy Sources, Part A, 29(10), 939–949.
Jackson, M. L. (1958). Soil chemical analysis. Prentice-Hall.
Kumar, A., et al. (2020). Local clay as an alternative to bentonite in water-based drilling fluids. Journal of Petroleum Science and Engineering, 184, 106512.
Mursyidah, A., Hadziqoh, S., Septian, A. B., & Khalid, M. (2019). Studi laboratorium kombinasi LCM karbon aktif dengan kalsium karbonat terhadap pengurangan filtration loss lumpur pemboran. Jurnal Teknik Mesin, 13(1), 1–10.
Novrianti, Khalid, I., Sufiandi, D., & Tritasani, A. (2019). Analysis of corn starch additives against filtration loss and drilling mud rheology. ICCELST-ST 2019 Proceedings, 54–58.
Novrianti, Khalid, I., Yuliastini, & Novriansyah, A. (2021). Experimental analysis of cassava starch as fluid loss control agent on drilling mud. Materials Today: Proceedings, 39.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Purnomo Sidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Use, distribution, and adaptation of this work are permitted for non-commercial purposes, under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0



