Model Pelatihan One Stop Learning sebagai Strategi Pengembangan Kompetensi ASN

Authors

  • Zulkifli Zulkifli Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Author
  • Deny Junanto Pusat Pengembangan Kompetensi Pimnas dan Manajerial ASN – LAN RI Author
  • Erick Hutrindo Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Author

DOI:

https://doi.org/10.52596/ja.v9i1.267

Keywords:

One Stop Learning, kompetensi PNS, model pelatihan, pembelajaran digital, pelatihan aparatur

Abstract

Tujuan – Pengembangan kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja organisasi, khususnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh optimalisasi pelatihan One Stop Learning (OSL) terhadap peningkatan kompetensi PNS pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDM Aparatur).
Desain/metode/pendekatan– Pendekatan mix method digunakan dalam penelitian ini. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 62 responden terpilih secara acak dari 107 alumni pelatihan OSL. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pemangku kepentingan utama serta observasi langsung pelaksanaan pelatihan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis regresi menggunakan SPSS.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pelatihan OSL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi PNS (t = 8,761; p < 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa aspek-aspek yang perlu ditingkatkan meliputi pengembangan konten, teknik pengajaran virtual, fitur pembelajaran digital, dan pemanfaatan media asynchronous.
Implikasi/kelemahan penelitian– Penelitian ini terbatas pada ruang lingkup PPSDM Aparatur sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke seluruh instansi. Fokus hanya pada lima jenis pelatihan OSL juga menjadi batasan cakupan program pelatihan secara menyeluruh.
Keaslian/nilai– This research contributes by offering a structured evaluation of a modern, tech-based civil servant training model. It presents the OSL approach as suitable for millennial and Gen Z learners, offering flexibility, accessibility, and digital engagement as key value propositions in government training strategies.

References

Abidin, Z. (2020). Manajemen pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Yogyakarta: Deepublish.

Bungin, B. (2003). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Daryanto. (2010). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Dessler, G. (2014). Manajemen sumber daya manusia (Jilid 1). Jakarta: PT Indeks.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hartanto, A. A., & Purbo, O. W. (2002). E-learning berbasis PHP dan MySQL. Jakarta: Gramedia.

Hasibuan, M. S. P. (2017). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Hendra, R., & Nasution, A. (2021). Evaluasi model pelatihan berbasis e-learning di instansi pemerintahan. Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 24(1), 45–54.

Kurniasih, I., & Sani, B. (2017). Sukses mengembangkan e-learning di era revolusi industri 4.0. Jakarta: Grasindo.

Lestari, P., & Sugihartono, T. (2015). Strategi pembelajaran di era digital. Bandung: Alfabeta.

Mswaji, T., Cahrity, N., & Tiana. (2014). Implementing blended learning at a developing university: Obstacles is the way. The Electronic Journal of E-Learning, 12(1), 101–110.

Munir. (2012). Pembelajaran digital: Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kompetensi. Bandung: Alfabeta.

Onno, W. P., & Hartanto, A. A. (2002). Teknologi e-learning berbasis PHP dan MySQL: Merencanakan dan mengimplementasikan sistem e-learning. Jakarta: Gramedia.

Rusman. (2016). Pengembangan model e-learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan. Jurnal Kwangsan, 4(1), 44–52.

Siahaan, S. (2002). Studi penjajagan tentang kemungkinan pemanfaatan internet untuk pembelajaran di SLTA di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(039), 65–78.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprihatiningrum, J. (2016). Strategi pembelajaran: Teori dan aplikasi di sekolah dasar. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Taufida, E., et al. (2014). Pengembangan media pembelajaran berbasis e-learning pada mata kuliah Fisika 1 untuk meningkatkan efektivitas belajar peserta pelatihan. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 3(2), 12–20.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6. Jakarta: Sekretariat Negara.

Downloads

Published

2025-07-02