Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Masyarakat Adat Kampung Pulo Dalam Pembelajaran Nilai-Nilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
DOI:
https://doi.org/10.52596/ja.v4i1.16Keywords:
internalisai nilai, Pendidikan Karakter, Kampung Pulo, Value internalization, Character EducationAbstract
The culture that is found in some indigenous peoples in Indonesia contains a lot of national cultural values which are still strong. But culture in the form of local wisdom values is often ignored, because it is not considered in accordance with the times. In fact, local wisdom can be used as a model in the development of Indonesian culture and organization values learning. In this context that research is carried out to see how indigenous peoples as minority groups internalize their cultural values into cohesive values and reflect in strong character. Indigenous peoples who are in Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, West Java Province, are indigenous groups who continue to internalize and preserve traditional values into the character of their citizens. This type of research uses a qualitative approach with ethnographic types, namely research conducted in a particular indigenous community environment. As for the objectives to be achieved in this study is to briefly describe the internalization of cultural values of indigenous villages that can be promoted as the basis for forming the character of the Indonesian Nation and organization values
internalization Based on an analysis of various facts that are related to the kampong pulo, then it can be concluded that the community of kampong pulo is a traditional village that still exists to uphold the traditions that have been inherited from their ancestors. This is because they still have customary rules that are adhered.
Â
ABSTRAK
Kebudayaan yang terdapat pada beberapa masyarakat adat di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat, namun kebudayaan yang berbentuk nilai kearifan lokal sering kali diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal dari kearifan lokal tersebut bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia khususnya pembelajaran
nilai-nilai organisasi. Dalam konteks inilah penelitian dilaksanakan untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarakat adat yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang Kecamatan
Leles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat adat tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara singkat internalisasi nilai budaya dari masyarakat kampung adat yang bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia dan internalisasi nilai-nilai organisasi. Berdasarkan analisis dari berbagai fakta yang ada kaitannya dengan kampung Pulo, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat kampung Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis  memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki aturan adat yang dipegang teguh.
References
Aziz, W. (2007). Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKN). Jakarta: Penerbit
Universitas Terbuka.
Bertens, K. (2007). Etika. Jakarta: Gramedia.
Darwis, Ranidar. (1998). Mengenal Hukum Adat
Indonesia. Bandung: FPIPS IKIP Bandung.
Harsojo. (1970). "Kebudayaan Sunda", dalam
Koentjaraningrat. (1970). Manusia dan
Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Penerbit
Djambatan.
Ihsan, F. (1997). Dasar-Dasar Kependidikan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (1994). Metode-metode
Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Loupias, Henry H. (2005). "Kampung Pulo Wujud
Arsiterktur Tradisional Sunda", Pikiran Rakyat
(15 Januari 2005).
Moeheriono. 2012. “Pengukuran Kinerja Berbasis
Kompetensiâ€. Jakarta: Raja. Grafindo Persada.
Pramono, ( Agustus 2012)
Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan islam
Upaya Mengefektifkan Pendidikan Islam di
Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, Bushar. (2002). Asas-asas Hukum
Adat: Suatu Pengantar. Jakarta: PT Pradnya
Paramita.
Munawar, Zaki. (2002). Cagar Budaya Candi
Cangkuang & Sekitarnya. Tidak diterbitkan.
Raharjo. (2010). Pendidikan Karakter sebagai
Upaya Menciptakan akhlak Mulia, Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan (Vol. 16). Jakarta:
Balitbang kementrian Pendidikan Nasional.
Saini KM. (2005). "Kearifan Lokal Di Arus
Global". Pikiran Rakyat (30 Juli dan 6 Agustus
.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.