Pemetaan Kerentanan Akuifer dan Potensi Air Tanah di Pesisir Pulau Ternate Berdasarkan Metode Vertical Electrical Sounding dan Parameter Hidrogeologi

Authors

  • Ratna Amalia Nur Aini Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Author
  • Acep Ruchimat Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Author
  • Wiyono Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Author
  • Dwa Desa Warnana Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Author
  • M. Haris Miftahul Fajar Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Author

DOI:

https://doi.org/10.34126/1ddtqr94

Keywords:

kerentanan akuifer, potensi air tanah, Vertical Electrical Sounding

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang terus meningkat serta distribusi air bersih yang belum merata di Pulau Ternate menyebabkan kebutuhan air tanah semakin banyak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan kerentanan akuifer dan potensi air tanah di pesisir Pulau Ternate menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES) dan parameter hidrogeologi. Penelitian ini dilakukan dengan 69 data hasil pengukuran VES dan 10 data uji pemompaan di Pulau Ternate. Lokasi penelitian memiliki 2 jenis akuifer, yaitu akuifer bebas dan akuifer tertekan, yang diidentifikasi tersusun dari endapan piroklastik, breksi vulkanik, atau lava lapuk. Akuifer tersebut diidentifikasi memiliki nilai resistivitas akuifer sekitar 30 – 300 Ωm, ketebalan sebesar 1.0 – 59.3 m, dan kedalaman antara 0.5 – 97.6 mbmt sedangkan hasil perhitungan menunjukkan nilai konduktansi longitudinal 0.00073 – 5.96  siemens, resistansi transversal 92.5 – 16790 Ωm², koefisien anisotropi 1.0 – 3.2, konduktivitas hidrolik 4.8 – 100.0 m/hari, dan transmisivitas 6 – 3313 m²/hari. Analisis kerentanan akuifer menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi penelitian memiliki kerentanan akuifer yang tinggi dan hanya sedikit wilayah dengan kerentanan akuifer yang rendah, yaitu di wilayah selatan. Hasil analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan lokasi penelitian diidentifikasi memiliki potensi air yang rendah hingga sangat tinggi, di mana wilayah tenggara dan selatan memiliki potensi air tanah yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-09

Issue

Section

Articles