Penentuan Karakteristik Hidrolika Akuifer Cekungan Air Tanah Jakarta Berdasarkan Pumping Test pada Sumur Pantau Balai Konservasi Air Tanah dan Pengaruhnya terhadap Penurunan Muka Air Tanah
DOI:
https://doi.org/10.34126/dx95r518Keywords:
air tanah, akuifer, ekploitasi, kerentanan, uji pemompaanAbstract
Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta merupakan salah satu sumber utama penyediaan air tanah di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Tingginya tingkat kebutuhan air tanah di wilayah ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan terutama penurunan muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik akuifer di CAT Jakarta dengan pumping test yang terdiri dari pengujian 18 sumur pantau. Metode Jacob digunakan untuk menghitung karakteristik akuifer, seperti transmisivitas, konduktivitas hidrolik, dan debit maksimum. Sementara itu, metode Indeks GOD yang dimodifikasi digunakan untuk menilai kerentanan penurunan muka air tanah secara lebih spesifik berdasarkan kondisi geologi dan hidrogeologi. Hasil analisis pumping test menunjukkan bahwa nilai transmisivitas berada pada kisaran antara 0,709 hingga 316, 433m²/hari. Hal ini mencerminkan sifat heterogen karakteristik akuifer CAT Jakarta. Hasil integrasi analisis menunjukkan bahwa kerentanan penurunan muka air tanah tinggi di area Kota Jakarta Utara. Sedangkan daerah dengan nilai transmisivitas rendah terdapat pada wilayah Kota Jakarta Selatan dan Kota Tangerang Selatan. Modifikasi metode GOD menghasilkan peta kerentanan yang dapat digunakan sebagai perencanaan dalam pengelolaan air tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pentingnya pengelolaan air tanah secara bijak dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan data kuantitatif hasil pumping test serta membatasi eksploitasi air tanah pada wilayah yang memiliki nilai karakteristik hidrolika rendah dan meningkatkan upaya konservasi sumber daya air tanah pada CAT Jakarta.