Penilaian Kerentanan Air Tanah Terhadap Pencemaran dengan Menggunakan Metode DRASTIC di Daerah Lepasan Cekungan Air Tanah Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.34126/djyy7984Keywords:
air tanah, CAT Jakarta, DRASTIC, kerentanan, pencemaranAbstract
Pesatnya pertumbuhan penduduk di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta meningkatkan produksi limbah rumah tangga dan industri, yang dapat mencemari airtanah dan mengancam ketersediaan air bersih. Studi ini memiliki tujuan untuk memberi penilaian kerentanan airtanah terhadap pencemaran. Penilaian kerentanan airtanah dapat diketahui melalui penggunaan metode DRASTIC. Metode DRASTIC mencakup 7 parameter, yakni kedalaman muka air tanah (D), curah hujan (R), media akuifer (A), tekstur tanah (S), topografi (T), pengaruh zona tak jenuh (I), serta konduktivitas hidraulik (C). Berdasarkan hasil analisis dari 28 lokasi titik sumur di daerah lepasan CAT Jakarta, nilai DRASTIC berkisar antara 97–149. Hasil ini diklasifikasikan menjadi dua tingkat kerentanan: rendah sebesar 25,93% dan sedang sebesar 74,07%. Faktor utama yang mempengaruhi kerentanan adalah kedalaman muka airtanah yang dangkal (rata-rata 5–10 m) dan zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi. Kedalaman muka air tanah yang dangkal mempermudah polutan mencapai lapisan jenuh, sementara zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi memiliki kemampuan filtrasi yang rendah, sehingga meningkatkan risiko pencemaran. Studi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kerentanan sedang berisiko tinggi terhadap pencemaran, sehingga diperlukan pengelolaan yang ketat dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan air tanah guna menjaga keberlanjutan sumber daya air.