Estimasi Ketebalan Lapisandengan Metode Seismik Aktif MASW di Daerah Teluk Sepang, Bengkulu.
DOI:
https://doi.org/10.34126/98pd2e20Keywords:
Gelombang Geser, Ketebalan Sedimen, Klasifikasi Situs, MASW.Abstract
Teluk Sepang memiliki potensi tinggi terhadap bahaya gempa bumi karena kedekatannya dengan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tingkat kerusakan akibat gempa tidak hanya tergantung pada magnitudo, tetapi juga kondisi geologi, terutama keberadaan lapisan bawah permukaan yang lunak atau berpasir yang dapat memperkuat getaran. Penelitian ini bertujuan mendukung mitigasi bencana gempa dalam pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk mendapatkan kecepatan gelombang geser (Vs) lapisan bawah permukaan. Data diambil dengan seismograph digital PASI 16824P menggunakan 24 geophone, bentangan 50 m, offset 4 m, dan spasi 2 m. Perekaman data selama 512 ms dengan interval sampel 125 μs, pengambilan data di lokasi berbeda menggunakan palu sebagai sumber seismik, dengan 3 kali perulangan serta gelombang Rayleigh memiliki frekuensi 1-50 Hz. Nilai Vs divisualisasikan dalam kontur warna dan diinterpretasi dengan perangkat lunak WINMASW. Model 1D yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan tabel jenis situs dan dimodelkan secara 2D untuk gambaran bawah permukaan lebih komprehensif. Berdasarkan Vs, daerah diklasifikasikan menjadi empat kelompok: tanah lunak dan sedang (Vs 100–300 m/s pada kedalaman 10–20 m), tanah keras dan batuan lunak (Vs 300–700 m/s pada kedalaman 10–20 m), serta batuan sedang (Vs 700–1500 m/s pada kedalaman 20–30 m). Variasi ini menunjukkan tingkat kerentanan seismik yang berbeda. Rekomendasi hasil penelitian penting untuk mitigasi gempa, termasuk penguatan bangunan dan penataan ruang berbasis risiko.