Analisis Potensi Scaling pada Sumur Panas Bumi Berdasarkan Geokimia Fluida dan Dampak Produksi
DOI:
https://doi.org/10.53026/ijoem.v6i1.35Keywords:
Geokimia Panas Bumi, Scaling Mineral, Saturation Index, PHREEQC, Produktivitas SumurAbstract
Scaling mineral merupakan permasalahan utama dalam operasional pembangkit panas bumi yang menurunkan produktivitas sumur secara signifikan. Penelitian ini menganalisis karakteristik geokimia dan potensi scaling pada tiga sumur produksi di lapangan panas bumi Indonesia serta korelasinya dengan kinerja produksi aktual. Sampling fluida dilakukan pada separator dengan analisis laboratorium lengkap mencakup kation mayor-minor, anion, dan parameter fisika-kimia. Perhitungan manual Saturation Index untuk mineral scaling dilakukan mengikuti metode Fournier-Truesdell untuk silika dan Köhl untuk karbonat, kemudian divalidasi menggunakan PHREEQC versi 3. Data produksi Juli-Agustus 2024 dianalisis untuk korelasi scaling-produktivitas. Hasil menunjukkan Sumur ARF-09 memiliki potensi scaling tertinggi dengan Chrysotile SI 7.59 diikuti Sumur BMN-07 dengan 6.69 dan Sumur CLK-05 dengan 3.91. Perbedaan ini dipengaruhi pH, konsentrasi magnesium, dan tekanan wellhead. Data produksi mengkonfirmasi Sumur ARF-09 memerlukan chemical treatment intensif dengan acidification kontinyu sedangkan Sumur CLK-05 menunjukkan kinerja stabil. Strategi mitigasi terintegrasi direkomendasikan dengan payback period 2-4 bulan dan benefit mencapai 200-250 ribu USD per tahun dari pencegahan kehilangan produksi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Energy & Mineral

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.