Produksi Bio-Nafta dari Minyak Goreng Bekas Menggunakan Katalis Nanotube Halloysite (HNT) dan Hidroproses Katalitik sebagai Bahan Baku pada Produk Petrokimia
DOI:
https://doi.org/10.53026/zve2zg19Keywords:
Bio nafta, catalitic cracking, Hallloysite nanotubes, Mintak jelantah, PetrokimiaAbstract
Penurunan cadangan bahan bakar fosil mendorong perlunya alternatif berkelanjutan untuk bahan baku petrokimia. Penelitian ini mengeksplorasi konversi minyak jelantah menjadi bio-nafta melalui proses catalytic cracking dan hydro processing, dengan menggunakan Halloysite Nanotubes (HNT) dan Mo₂C-CNF sebagai katalis. Proses ini mencapai tingkat konversi sebesar 96%, menghasilkan bio-nafta yang memenuhi spesifikasi penting petrokimia, termasuk densitas yang sesuai, tekanan uap Reid, kadar sulfur rendah, dan rentang titik didih 46–128°C. Bio-nafta yang dihasilkan menunjukkan kompatibilitas dengan proses petrokimia konvensional, menyediakan alternatif bagi nafta berbasis minyak bumi. Secara ekonomi, pendekatan ini mengurangi biaya bahan baku, dengan potensi penghematan sekitar Rp660 miliar per tahun bagi kilang yang menggunakan 10% bio-nafta dalam inputnya. Secara lingkungan, pendekatan ini mengurangi limbah dari minyak jelantah sekaligus mendukung tujuan energi dan keberlanjutan Indonesia. Hasil penelitian ini mendukung bio-nafta sebagai bahan baku yang layak, berkelanjutan, dan hemat biaya, yang memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas industri dan keberlanjutan lingkungan di sektor petrokimia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Energy & Mineral

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.