PENILAIAN KESTABILAN LERENG BATUGAMPING PADA KAMPUS LAPANGAN PPSDM GEOMINERBA
DOI:
https://doi.org/10.58522/yypwnx10Keywords:
kestabilan lereng, bantuan terkekarkan, lereng batugamping, analisis finite elementAbstract
Hadirnya struktur geologi yang berupa ketidakmenerusan/diskontinuitas pada massa batuan yang diakibatkan oleh gaya eksogen dan endogen di bumi, merupakan salah satu faktor pengurang dari kestabilan lereng. Perbedaan kekasaran permukaan bidang diskontinu (dalam penelitian ini adalah kekar) dan panjang kekar (persistensi) merupakan properties yang tidak dapat diabaikan dalam penilaian kestabilan lereng. Pada penelitian ini, persistensi dikelompokkan menjadi dua, yaitu persistensi lebih dari 3m (Medium-Panjang) dan persistensi kurang dari 3 m (Pendek-Medium).
Hasil pengukuran diperoleh nilai Joint Roughness Coefficient (JRC) yang merupakan kuantifikasi dari kekasaran pada kekar Medium-Panjang (MP) berada pada nilai 4-6 (sebanyak 71,4% dari total kekar terukur) dan sisanya bernilai 0-2, 2-4, 8-10, dan 12-14 berdasarkan skala Barton-Bandhis (1977). Dalam proses analisis kestabilan lereng, kekasaran bidang diskontinu M-P merupakan hasil pengukuran aktual yang terekam pada sayatan. Adapun kekar Pendek-Medium (P-M) digambarkan sebagai joint network dengan nilai JRC kombinasi 4 dan 8. Hasilnya, kondisi lereng penelitian dinilai aman berdasarkan pada enam sayatan yang dianalisis. Nilai Strength Reduction Factor (SRF) yang merupakan nilai faktor keamanan (FK) paling kecil berada pada nilai 1,89 dan nilai probabilitas kelongsoran berada pada nilai 5,81%. Kedua nilai tersebut masih berada dalam range aman berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827/2018.