STUDI ISOTOP OKSIGEN-18 DAN DEUTERIUM UNTUK MENENTUKAN LOCAL METEORIC WATER LINE (LMWL) DI DAERAH CIWIDEY DAN SEKITARNYA

Authors

  • Iwan Fahlevi Setiawan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/fx5b3582

Keywords:

Ciwidey, isotop stabil, garis air meteorik lokal

Abstract

Ciwidey merupakan suatu daerah di Kabupaten Bandung bagian selatan yang mempunyai potensi sumber daya alam yang begitu melimpah. Di sana terdapat potensi wisata alam, perkebunan, pertanian, dan potensi panas bumi. Jika dimanfaatkan secara maksimal, potensi tersebut dapat membantu meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bandung serta khususnya daerah Ciwidey. Curah hujan rata rata di Bandung Metropolitan bagian selatan adalah 1500–4500 mm/th, sedangkan curah hujan tertinggi (3000-4500 mm/th) terdapat di bagian Barat daya, yaitu di daerah pegunungan, seperti Gunung Patuha, Gunung Powo, Gunung Sumbul, dan Gunung Kuda. Kondisi ini menarik untuk diteliti secara hidrogeologi, terutama kondisi Local Meteoric Water Line (LMWL). Metode untuk menentukan LMWL berdasarkan hasil analisis kandungan isotop stabil ¹⁸O dan ²H karena isotop air hujan mempunyai karakteristik khas, yaitu nilainya berbeda pada setiap elevasi. Pengambilan sampel air hujan dilakukan di empat tempat berbeda, yaitu KUD Ciwidey dengan ketinggian 1114m di atas permukaan laut (dpl), Desa Alam Endah (1300m dpl), Rancawalini (1770m dpl), dan Gunung Patuha (1948m dpl). Hasil analisis isotop stabil air hujan menghasilkan persamaan garis air meteorik lokal daerah Ciwidey dan sekitarnya, yaitu δ²H = 7,55 δ¹⁸O + 12,06 dengan R² = 0,990. Persamaan garis LMWL ini dapat dipergunakan sebagai standar untuk menentukan daerah resapan (recharge area) yang sangat bermanfaat dalam pengelolaan air tanah ataupun panas bumi di daerah Ciwidey dan sekitarnya.

Downloads

Published

2019-12-31