PEMETAAN KELURUSAN DAN APLIKASINYA UNTUK PENILAIAN BAHAYA GERAKAN TANAH: STUDI KASUS WILAYAH SUMEDANG
DOI:
https://doi.org/10.58522/wef7dk34Keywords:
landslide, GIS, remote sensingAbstract
Potensi bahaya gerakan tanah di wilayah Sumedang relatif tinggi. Bencana gerakan tanah menyebabkan kerusakan properti dan korban jiwa yang tidak sedikit. Bahaya gerakan tanah menurut beberapa peneliti dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya struktur geologi. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan pemahaman struktur geologi adalah dengan melakukan pemetaan kelurusan. Pemetaan kelurusan ini bisa dilakukan secara manual dengan menggunakan data SRTM (Shuttle Radar Topography Mission). Setelah mendapatkan peta kelurusan maka dilakukan fault density analysis menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografi. Hasil analisis kelurusan ini kemudian dianalisis secara kualitatif dengan analisis lainnya, seperti pola pengaliran sungai, jenis litologi, dan diagram Rose. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan pada daerah tingkat dengan fault density yang tinggi merupakan wilayah yang mempunyai potensi gerakan tanah yang tinggi juga. Hasil penelitian ini dapat dijadikan data awal dalam analisis gerakan tanah di daerah penelitian.