ANALISIS STATISTIK UNTUK MENENTUKAN PENGARUH KEMAGNETAN DAN FRAKSI TERHADAP EKSTRAKSI Al₂O₃ PADA PROSES MAGNETIC SEPARATION
DOI:
https://doi.org/10.58522/bpgm7f70Keywords:
magnetic separation, ekstraksi Al2O3, desain faktorialAbstract
Penelitian ini mengkaji analisis statistik pada proses magnetic separation mineral Al2O3. Percobaan dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA). Dicobakan faktor kekuatan medan magnet (kemagnetan) dan ukuran mineral (fraksi). Pengukuran yang dilakukan pada proses magnetic separation ini berupa persentase kadar Al2O3. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi perlakuan dari faktor kemagnetan dan fraksi yang menghasilkan kadar Al2O3 terbaik. Metode analisis statistik yang digunakan adalah Anova dan uji lanjut Duncan. Pengujian asumsi Anova dilakukan dan didapatkan bahwa asumsi kenormalan dan kehomogenan ragam residual terpenuhi sehingga hasil pengujian dijamin valid. Hasil yang diperoleh adalah pada faktor kemagnetan, kekuatan medan magnet 7500 gauss menghasilkan kadar Al2O3 tertinggi dengan rata-rata sebesar 57,25% dan standar deviasi sebesar 1,62. Pada faktor fraksi, kadar Al2O3 tertinggi dihasilkan oleh fraksi -30+60 mesh (F2) dengan rata-rata 57,39% dengan standar deviasi 1,79.