PEMANFAATAN TEKNIK ASCENDING DAN DESCENDING SEBAGAI CARA EVAKUASI KEADAAN DARURAT PADA BANGUNAN TINGGI LINGKUNGAN KESDM
DOI:
https://doi.org/10.58522/w1e31p65Keywords:
ascending, descending, evakuasi keadaan daruratAbstract
Keadaan darurat pada bangunan tinggi dapat berupa kebakaran, gempa bumi, banjir, maupun ancaman bom pada ketinggian. Jika kondisi-kondisi darurat tersebut terjadi pada bangunan tinggi, maka proses evakuasi jauh akan lebih mudah dibandingkan dengan proses evakuasi pada umumnya. Gedung-gedung KESDM merupakan salah satu kementerian yang memiliki bangunan tinggi, namun beberapa diantaranya potensi terjadi keadaan darurat. Saat keadaan darurat terjadi maka sarana evakuasi seperti tangga darurat digunakan dan para pegawai memahami tata cara penggunaannya. Harus ada cara alternatif evakuasi diri dari gedung yang tinggi selain menggunakan sarana tanggap darurat yang ada yaitu dengan cara turun dan naik dengan menggunakan tali. Kajian ilmiah kediklatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik ascending dan descending dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif evakuasi jika terjadi keadaan darurat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dari penelitian diperoleh bahwa pada sarana dan prasarana tanggap darurat yang ada di unit kerja KESDM belum dikelola dengan baik dan belum siap menghadapi cara penyelamatan diri. Hal ini dapat terlihat dari tidak adanya kartu petunjuk evakuasi, sarana dan prasarana, para pegawai serta petugas keamanan pun tidak memiliki sertifikasi kompetensi kebakaran kelas B. Teknik ascending dan descending dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam proses evakuasi yang cukup mudah untuk dipelajari oleh para pegawai.