APLIKASI METODE RESISTIVITAS DC UNTUK PENDUGAAN BIDANG LONGSOR DAN BIDANG GELINCIR DI JALAN KERETA API KM 107 (1/5), CIGANEA, PURWAKARTA, JAWA BARAT

Authors

  • Hilman Suwargana Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/nx6n8r52

Keywords:

bidang gelincir, bidang longsoran, resistivitas, electrical resistivity tomography

Abstract

Longsoran yang terjadi di jalan kereta api km 107 (1/5) Ciganea dipicu oleh air hujan yang meresap ke dalam batuan porus seperti breksi, batu pasir, dan tanah lapukan, sehingga menambah bobot batuan/tanah. Apabila air hujan tersebut sampai ke batuan yang kedap air atau semi kedap air, air akan bergerak di atas batuan tersebut yang berfungsi sebagai bidang gelincir. Jika terdapat batuan lain yang berada di atas bidang gelincir, batuan tersebut akan bergerak searah dengan bidang gelincir. Salah satu metode geofisika yang dapat mendeteksi bidang longsoran dan bidang gelincir, yaitu Metode Resistivitas DC. Metode Resistivitas dapat mendeteksi bidang longsoran dan bidang gelincir berdasarkan nilai resistivitas batuan. Akuisisi data menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography. Berdasarkan geologi setempat dan data bor BM-05 yang telah dikorelasikan dengan penampang resistivitas maka diperoleh litologi batuan bidang gelincir yaitu lempungpasiran dengan nilai resistivitas (3,37 – 5,12) Ohm.m dan batu lempung dengan nilai resistivitas < 3,36 Ohm.m, serta litologi bidang longsor yaitu batupasir dengan nilai resistivitas (7,81 – 18,00) Ohm.m dan breksi dengan nilai resistivitas > 18,1 Ohm.m.

Downloads

Published

2018-06-30