EVALUASI PASCADIKLAT INDUSTRI PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL PPSDM GEOMINERBA TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI ALUMNI PADA INDUSTRI SMELTER (LOKUS: SULAWESI TENGGARA)

Authors

  • Imelda Hutabarat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara Author
  • Revi Timora Salajar Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/9ye07957

Keywords:

Kewajiban Pengolahan dan Pemurnian, Evaluasi Pascadiklat

Abstract

Pembangunan industri pengolahan dan pemurnian tidak lepas dari amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang mensyaratkan bahwa kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral wajib dilakukan di dalam negeri. Masih sedikit sekolah yang memiliki kekhususan di pertambangan dan metalurgi. Termasuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum memiliki kurikulum berbasis metalurgi. Dengan demikian, terdapat gap kompetensi yang dimiliki siswa-siswa setingkat SMA/SMK untuk dapat memasuki industri-industri berbasis metalurgi. Untuk mengurangi gap kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMA/SMK, di lokasi sekitar industri smelter yang dibangun dilaksanakan diklat vokasi yang mampu memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki oleh para lulusan SMA/SMK untuk dapat diterima di industri smelter ini. Evaluasi pascadiklat ini dilaksanakan di Sulawesi Tenggara mengingat pesatnya pembangunan industri smelter di provinsi ini. Hasil dari evaluasi pascadiklat secara khusus mendapati waktu praktik pada diklat dinilai kurang banyak. Sekalipun cukup besar waktu praktik yang dialokasikan pada diklat (50%), keterampilan yang diberikan tidak terlalu spesifik seperti yang dilakukan di perusahaan di Sulawesi Tengggara. 

Downloads

Published

2019-06-30