ANALISIS PENGARUH PERSISTENSI BIDANG DISKONTINU TERHADAP KESTABILAN LERENG BATUAN TERKEKARKAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
DOI:
https://doi.org/10.58522/vw02z045Keywords:
Persistensi, rock bridge, faktor keamanan, probabilitas longsor, metode elemen hinggaAbstract
Penelitian ini dilakukan pada kuari tambang batuan andesit, memiliki lereng tunggal dengan ketinggian 46m-48m dengan kemiringan 860-900. Kondisi massa batuan terkekarkan dengan panjang kekar yang terekam sepanjang scanline antar 0,5 m-17m, sedangkan spasi kekar antara 6cm-190cm. Pada kedalaman yang rendah, terjadinya longsoran lebih dikendalikan oleh adanya diskontinuitas. Kestabilan lereng penelitian ini di berdasarkan kondisi persistensi (K) bidang diskontinu. Persistensi (K) adalah rasio antara panjang kekar (JL) terhadap panjang bidang luncur, bidang luncur merupakan gabungan panjang kekar dan rock bridge. Rock bridge (RBR) didefinisikan sebagai batuan utuh yang memisahkan bidang diskontinu coplanar dan non-coplanar dalam massa batuan. Untuk mengetahui pengaruh persistensi bidang diskontinu terhadap kestabilan lereng maka dilakukan pemodelan persistensi dengan menggunakan JL rata-rata hasil pengukuran dan di analisis dengan metode elemen hingga (finite element). Hasil ahir penelitian diperoleh bahwa kenaikan rata-rata persistensi 10% memengaruhi penurunan faktor keamanan (FK) sebesar 6,7%, kenaikan nilai probabilitas longsor (PL) sebesar 59%, serta kenaikan tegangan normal sebesar 7,3%. Perubahan nilai FK dan PL cukup signifikan ketika persistensi lebih besar daripada 80%.Downloads
Published
2020-06-30
Issue
Section
Articles