STUDI KARAKTERISTIK DAERAH RESAPAN ( GROUNDWATER RECHARGE AREA ) BANDUNG SELATAN DAN SEKITARNYA, PROVINSI JAWA BARAT

Authors

  • Iwan Fahlevi Setiawan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/ar6wg283

Keywords:

daerah resapan air tanah, Bandung Selatan, Lokasi praktik kerja lapangan

Abstract

Air tanah keberadaannya ada dalam suatu Cekungan Air Tanah (CAT). Dalam suatu CAT terjadi proses air tanah masuk (recharge), mengalir dan kemudian keluar (discharge). Proses ini banyak dikontrol oleh faktor geologi. Daerah resapan dalam suatu CAT memegang faktor penting dalam pengelolaan air tanah. Terdapat beberapa parameter yang akan memengaruhi karakteristik daerah resapan suatu CAT, yaitu parameter kelulusan batuan, curah hujan, tanah penutup, kemiringan lereng, dan muka air tanah tidak tertekan (Lampiran Peraturan Menteri ESDM No. 31 Tahun 2018). Kelima parameter tersebut merupakan dasar bagi penelitian ini untuk melakukan studi karakteristik daerah resapan melalui metoda penilaian dan pembobotan serta tumpang susun untuk memperoleh nilai tertentu. Kabupaten Bandung dan sekitarnya jika dilihat dari kondisi hidrologi memiliki curah hujan yang tinggi serta didominasi oleh batuan vulkanik yang dapat meluluskan dan menyimpan air dengan baik (Sugianti dkk., 2016). Hal ini menarik untuk diteliti karakteristik daerah resapannya yang hasilnya dapat digunakan pula sebagai bahan materi untuk lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hasil analisis dari lima parameter tersebut maka parameter nilai kelulusannya termasuk kelompok rendah. Berdasarkan hasil analisis data curah hujan maka daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu daerah dengan curah hujan yang memiliki nilai 1000–2000 mm/tahun dan daerah yang memiliki curah hujan rendah, yaitu < 1000 mm/tahun. Dari hasil analisis parameter tanah penutup daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu kelompok dengan nilai 12 dan kelompok dengan nilai bobot 9. Hasil analisis dari parameter kemiringan lereng diperoleh tiga kelompok, yaitu daerah dengan  nilai kemiringan < 50, 50–100, dan 100–200. Berdasarkan parameter Muka Air Tanah (MAT) tidak  tertekan di daerah penelitian dikelompokan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok sedang dengan nilai bobot 2 mempunyai kedalaman MAT antara 5–10m dan kelompok rendah dengan nilai 1 mempunyai kedalaman MAT < 5m. Nilai parameter tersebut kemudian dihitung untuk mengetahui nilai imbuhannnya. Nilai imbuhan daerah Bandung Selatan mempunyai tiga kelompok daerah resapan, yaitu daerah imbuhan utama dengan nilai imbuhan > 33, daerah imbuhan tambahan dengan nilai imbuhan 30–33, dan daerah imbuhan tidak berarti yang mempunyai nilai imbuhan < 30. Daerah Imbuhan Utama dengan nilai imbuhan > 33 yang tersebar di daerah sekitar Soreang, Situ Cileunca, dan sebagian Rancaekek merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk terjadinya resapan air tanah.

Downloads

Published

2020-06-30