TIPE DAN ESTIMASI TEMPERATUR AIR BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANAS BUMI GUNUNG PAPANDAYAN, GARUT, JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.58522/gbkn4m86Keywords:
Gunung papandayan, Citra SRTM-DEM, manisfestasi panas bumi, karakteristik air panas bumi, geotermometer, temperatur bawah permukaanAbstract
Lokasi daerah penelitian Gunung Papandayan secara administratif berada di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Daerah tersebut memiliki potensi panas bumi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pola struktur geologi, tipe dan asal usul fluida,serta perkiraan temperatur bawah permukaan fluida panas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis citra SRTM-DEM untuk mengetahui arah kelurusan punggungan dan lembah di daerah penelitian. Analisis data geokimia fluida panas bumi dilengkapi dengan observasi secara langsung di lapangan terhadap fenomena bentang alam, indikasi struktur geologi, dan sifat fisik manifestasi panas bumi di permukaan. Hasil analisis kelurusan dari citra SRTM-DEM yang diolah pada diagram rosset memperlihatkan daerah penelitian memiliki arah utama kelurusan (struktur geologi) Timur Laut – Barat Daya. Hasil ploting data kimia air pada diagram segitiga Cl-SO4 -HCO3, Cl-Li-B dan Na-K-Mg, memperlihatkan tipe air di daerah penelitian termasuk jenis air kloridasulfat dan sulfat. Fluida geotermal tersebut bergerak ke permukaan sebagai upflow. Fluida tersebut diperkirakan telah mengalami mixing dan diluted dengan air tanah dangkal atau meteoric water. Telah terjadi reaksi yang signifikan antara fluida dan batuan (rock origin) yang dilewatinya. Hal tersebut diperlihatkan oleh berlimpahnya kandungan Mg pada kondisi immature water. Hasil perhitungan geotermometer air, diperkirakan temperatur bawah permukaan di daerah penelitian berkisar antara 170°C - 237°C.Downloads
Published
2020-06-30
Issue
Section
Articles