ANALISIS KETERKAITAN DAN DAMPAK MULTIPLIER SEKTOR PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA  TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL

Authors

  • Harry Wibawa Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/1w0knt54

Keywords:

pertambangan, analisis input-output, keterkaitan, efek pengganda.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterkaitan sektoral dan dampak multiplier sektor pertambangan mineral dan batubara terhadap perekonomian nasional guna mengidentifikasi posisi strategis sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Analisis dilakukan menggunakan model Input-Output dengan pendekatan analisis keterkaitan ke belakang, keterkaitan ke depan, pengganda output, pendapatan, dan nilai tambah.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis tabel input-output, menunjukkan bahwa: dari sisi keterkaitan hulu pada komoditas mineral logam, sektor penambangan bijih nikel, pasir besi/bijih besi, dan bijih emas, merupakan sektor yang memiliki keterkaitan hulu yang paling tinggi, karena banyak menyerap input dari beberapa sektor di dalam negeri. Pada sisi keterkaitan hilir, sektor penambangan bijih nikel, timah, emas dan perak merupakan sektor yang memiliki keterkaitan hilir yang paling tinggi pemanfaatan outputnya oleh sektor lain di dalam negeri. Sektor penambangan bijih nikel merupakan sektor terbesar yang menciptakan keterkaitan langsung dan tidak langsung atau pengganda output yaitu sebesar 1,743 dan juga paling besar meyerap pendapatan, yaitu sebesar 2,418 serta mampu menciptakan nilai tambah terbesar yaitu sebesar 1,654. Sektor penambangan bijih bauksit dan tembaga merupakan dua sektor yang outputnya paling sedikit dimanfaatkan oleh sektor lain di dalam negeri, yaitu sebesar 0,137 dan 0,417.

Downloads

Published

2026-06-30