IDENTIFIKASI ZONA SESAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOMORFOLOGI TEKTONIK DAN PEMETAAN GEOLOGI DI DESA BAN, KABUPATEN KARANGASEM, BALI
DOI:
https://doi.org/10.58522/fwne3784Keywords:
identifikasi zona sesar, geomorfologi tektonik, pemetaan geologi, zona sesar ban karangasemAbstract
Penelitian ini berfokus pada pergerakan sesar yang mengakibatkan gempa pada tanggal 16 Oktober 2021 pada pukul 03:18:23 WITA dengan magnitude gempa 4.8 Mw. Pusat gempa di darat pada koordinat 115,45° BT dan 8,32° LS dengan kedalaman 10 km. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keberadaan zona sesar aktif dan mengetahui kinematika sesar di Desa Ban Karangasem. Metode yang digunakan adalah analisis citra SRTM DEM, pendekatan Geomorfologi Tektonik, serta Pemetaan Geologi. Pengumpulan data sekunder dilakukan di studio dengan SIG (Sistem Informasi Geografis), sedangkan pengumpulan data primer dilakukan dengan pengecekan dilapangan guna mengamati deformasi dan topografi yang ada untuk mengetahui geometri dan kinematika dari sesar aktif. Selain itu dilakukan juga Analisa Focal Mecanism dari data kegempaan yang dipublish BMKG untuk mengetahui kinematika dari sesar aktif tersebut. Hasil penelitian menunjukan keberadaan struktur geologi pada Formasi Buyan Beratan dan Batur Purba (Qpvb) dan Formasi Gunungapi Agung (Qhva) pada daerah penelitian. Struktur geologi tersebut berupa struktur kekar berpasangan (shear dan gash fracture), sesar minor yang terdiri dari sesar mendatar kanan (right slip fault), sesar mendatar kiri turun (left normal slip fault) dan sesar mendatar kiri (left slip fault). Sesar tersebut tergolong sesar aktif dan memotong batuan berumur muda, dengan panjang zona sesar diperkirakan mencapai 18 km dengan 5 segmen sesar. Keberadaan zona sesar ini dipengaruhi oleh adanya kegiatan subduksi di selatan Pulau Bali antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudera Indo-Australia.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.