Analisis Komparatif Kinerja Lithium-Nikel pada Baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan Baterai Nickel Mangan Cobalt (NMC) untuk Kendaraan Listrik

Authors

  • Revi Timora Salajar Author
  • Agus Yulianto Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/s54vm191

Abstract

Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sangat bergantung pada karakteristik kimia baterai yang digunakan, terutama dalam menyeimbangkan performa, biaya, dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan teknis antara baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan Nickel Manganese Cobalt (NMC) melalui tinjauan parameter operasional dan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa baterai NMC memiliki keunggulan pada kepadatan energi tinggi dan energi spesifik yang superior, sehingga mampu mendukung jarak tempuh jauh (Long Range) melampaui 500-600 km. Namun, densitas energi ini berimplikasi pada stabilitas termal yang lebih rendah dengan risiko thermal runaway pada suhu di atas 50°C serta biaya produksi yang lebih tinggi akibat ketergantungan pada bahan baku kritis seperti nikel dan kobalt.

Sebaliknya, baterai LFP menawarkan tingkat keselamatan yang sangat tinggi, stabilitas kimia yang kuat, dan masa pakai yang jauh lebih panjang mencapai lebih dari 3.000 siklus. Meskipun LFP memiliki energi spesifik yang lebih rendah dengan jarak tempuh standar (300-400 km), efisiensi biaya produksinya menjadikannya solusi yang lebih terjangkau untuk kendaraan segmen massa. Studi ini menyimpulkan bahwa NMC tetap menjadi pilihan utama untuk kendaraan performa tinggi, sementara LFP sangat ideal untuk penggunaan komuter harian yang mengedepankan aspek keamanan dan nilai ekonomi.

Published

2025-12-28