IDENTIFIKASI AKUIFER AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER PADA DAERAH PECATU, KABUPATEN BADUNG, BALI
DOI:
https://doi.org/10.58522/nrfgms89Keywords:
Akuifer, Air tanah, Geolistrik, Batugamping, BaliAbstract
Kebutuhan akan air bersih di Desa Pecatu sangat tinggi dimana untuk melayani kebutuhan sehari-hari dan mendukung industri pariwisata yang mana guna memenuhi kebutuhan tersebut maka dilakukan pemanfaatan sumber airtanah sebagai sumber air baku. Untuk mengetahui potensi air tanah maka dilakukan studi geolistrik yang fokus pada karakteristik litologi, jenis akuifer, dan zona akuifer. Secara administrasi daerah penelitian berada pada Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, terletak di Semenanjung Nusa Dua di bagian selatan Pulau Bali, pada koordinat -8.822161 LS, 115.092428 BT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode geolistrik resistivitas sounding dengan konfigurasi Schlumberger. Dari hasil pengukuran, analisa dan interpretasi pada empat titik duga geolistrik pada daerah Pecatu didapatkan secara kualitatif kurva-kurva tahanan jenis pada daerah penelitian mempunyai bentuk (pola) yang cukup berbeda, dimana kondisi ini menunjukan adanya perbedaan jenis batuan maupun kondisi bawah permukaan. Temuan ini sejalan dengan kondisi geologi setempat yang didominasi batugamping dengan proses pelarutan dan karstifikasi. Berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh dari lokasi penelitian maka terdapat empat jenis batuan yang teridentifikasi, mulai dari resistivitas rendah hingga tinggi: Soil/Tanah penutup (11,88 ohm - 188,12 ohm), Napal (122,49 ohm – 193 ohm), Batugamping Berongga (193,24 ohm – 528,86 ohm), dan Batugamping Massif (980,74 ohm - 1470,23 ohm). Identifikasi geolistrik terhadap akuifer air tanah menunjukkan potensi yang signifikan, terutama di lapisan batugamping berpori pada kedalaman 70-100 meter di sekitar lintasan GL-1TV, GL-3TV, dan GL-4TV. Hal ini menunjukkan adanya akuifer produktif dengan jenis akuifer bebas yang dipengaruhi oleh kondisi litologi yang didominasi oleh batugamping dari Formasi Selatan.