ANALISIS LIKUIFAKSI BERDASARKAN DATA CPT (STUDI KASUS: GEDUNG GEOLOGI UNPAD JATINANGOR
DOI:
https://doi.org/10.58522/mkfqgc44Keywords:
Jatinangor, Liquifaksi, Tanah, CPTAbstract
Jatinangor yang merupakan salah satu kawasan pusat pendidikan di Jawa Barat, secara geologi menempati tepi timur laut Cekungan Bandung, sekitar 14 km dari segmen Sesar Lembang bagian timur yaitu Gunung Manglayang. Jatinangor tersusun atas litologi tuf lapuk berumur Plistosen Akhir – Holosen yang ditutupi oleh tanah campuran lanau lempungan dan lempung lanauan serta sedikit pasir lanauan. Likuifaksi yang merupakan bencana pencairan tanah nonkohesif lepas akibat gempabumi bermagnitudo lebih dari Mw 5 dengan muka air tanah (MAT) dangkal, berpotensi terjadi pada Cekungan Bandung. Hasil analisis likuifaksi berdasarkan simplified method (Idriss & Boulanger, 2014) menggunakan data sondir dari 10 titik di dalam Kampus Unpad Jatinangor dengan bantuan software Settle3 menunjukkan nilai faktor keamanan lebih dari 1 (FS>1) yang berarti likuifaksi tidak terjadi ketika terkena gempa yang bermagnitudo Mw 6,5 dengan nilai percepatan tanah puncak (PGA) 0,15 g.