ANALISIS JARAK PELEDAKAN KUARI ANDESIT TERHADAP REL KERETA API CEPAT DI CV PANGHEGAR PLERED PURWAKARTA JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.58522/v4qpdn47Keywords:
Batu terbang, Getaran tanah, Kecepatan Partikel Puncak, Jarak SkalaAbstract
Perusahaan tambang kuari umumnya menerapkan kegiatan peledakan untuk memberai batu andesit dalam proses penambangannya. Sehubungan dengan jalur rel kereta api cepat yang mendekati lokasi penambangan, maka perlu melakukan kajian teknis dampak peledakan. Jarak antara jalur rel kereta api cepat dan lokasi tambang yang kurang dari radius 300 m, merupakan masalah yang kritikal karena getaran peledakan atau lemparan batu terbang dapat merusak konstruksi bangunan jalur rel kereta api cepat maupun membahayakan keselamatan kereta api cepat ketika melintasi kegiatan peledakan. Tujuan dari kajian ini antara lain untuk mengetahui tingkat getaran tanah akibat peledakan yang aman; jarak batu terbang hasil peledakan yang aman; serta metode dan acuan teknis kegiatan peledakan yang aman terhadap rel kereta cepat pada jarak kurang dari 300 m. Pendekatan pengkajian adalah dengan metode observasi lapangan, pengukuran-pengukuran dan diskusi dengan pihak perusahaan dan pihak lainnya. Berdasarkan uraian dari hasil pengkajian dapat disimpulkan bahwa tingkat getaran maksimum masih berada di bawah nilai baku tingkat getaran, dimana ke arah trase pada jarak 58 m dan 60 m masing-masing mencapai 13,61 mm/s dan 15,86 mm/s. Sementara tingkat getaran maksimum sejajar trase pada jarak 56 m dan 62 m masing-masing mencapai 15,2 mm/s dan 17,69 mm/s. Jarak lemparan terjauh batu terbang adalah 20-30 m (< 300 m). Pekerjaan peledakan dengan geometri yang diterapkan saat ini dan pada jarak 100 m (< 300 m) dari trase rel kereta dapat menggunakan berat bahan peledak ANFO maksimum 22,5 kg/delay (= 3 lubang meledak simultan), 37,5 kg/delay (= 5 lubang meledak simultan) atau 52,5 kg/delay (= 7 lubang meledak simultan) yang diprediksi menghasilkan getaran masing-masing 8,15 mm/s, 12,90 mm/s dan 17,47 mm/s.