GETARAN TANAH AKIBAT PELEDAKAN PADA JARAK AMAN KURANG DARI 300 METER TERHADAP MANUSIA DAN BANGUNAN DI KUARI BATUGAMPING PT LEBAK ENERGI NUSANTARA BAYAH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.58522/9h4fra51Keywords:
Getaran peledakan, skala jarak, bangunan kelas 3, bahan peledak maksimumAbstract
Kuari batugamping yang dikelola PT Lebak Energi Nusantara (PT LEN) berlokasi di Bayah, kabupaten Lebak, provinsi Banten. Teknik peledakan digunakan untuk membongkar batugamping dari massa batuannya. Sehubungan dengan kemajuan penambangan yang semakin mendekati fasilitas umum, maka diperlukan kajian teknis dampak peledakan. Kemajuan penambangan menjadi isu kritikal karena dampak getaran peledakannya dapat mempengaruhi kestabilan bangunan dan mengganggu penduduk sekitar kuari. Bangunan di sekitar peledakan tergolong kelas 3 karena sebagian besar memiliki pondasi dari batu, pasangan bata dari adukan semen yang kemudian diikat beton bertulang. Menurut SNI 7571:2010 kualitas bangunan tersebut memiliki nilai ambang batas getaran peledakan maksimum 5 mm/s. Kurva hubungan getaran peledakan atau peak particle velocity (PPV) dengan skala jarak atau scale distance (SD) berhasil dikembangkan dari hasil analisis 30 data peledakan. Berdasarkan kurva tersebut diprediksi total bahan peledak maksimum yang direkomendasikan agar aman pada jarak kurang dari 300 m dan pada getaran maksimum 5 mm/s adalah 78,47 kg/delay.