IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA AIR KOLONG DAN MIKROBA POTENSIAL UNTUK BIOREMEDIASI DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN TIMAH
DOI:
https://doi.org/10.58522/8m50dq97Keywords:
Lahan tambang, Mikroba, Logam Berat, BioremediasiAbstract
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi status logam berat pada air kolong dan mikroba yang potensial untuk bioremediasi di lahan pascatambangimah. Logam berat dan Cr air terdeteksi di semua lokasi (n = 12), sedangkan logam Pb, Cd, Mn dan Zn masing-masing terdeteksi di 4, 5, 2 dan 3 lokasi. Konsentrasi minimum logam berat tersebut tidak terdeteksi kecuali logam Cr sebesar 0,02 mg/l, sedangkan konsentrasi maksimum logam Pb, Cd, Mn, Zn dan Cr masing-masing adalah 0,06; 0,07; 0,72; 0,29; dan 0,03 mg/l. Hasil isolasi terhadap contoh tanah dari lahan pascatambang timah di Pulau Bangka menunjukkan bahwa terdapat isolat bakteri, jamur dan Azotobacter yang berpotensi meremediasi lahan tercemar logam berat. Jumlah isolat bakteri di bulk soil dan rizosfer berkisar antara 1-2 isolat, sedangkan untuk jamur baik di bulk soil maupun di rizosfer berkisar antara 1-4 isolat. Pada contoh bulk soil diperoleh isolat Azotobacter. Total koloni bakteri di bulk soil 106 cfu/g tanah dan jamur 103cfu/g tanah, sedangkan di rizosfer berkisar antara 105-106 dan 102cfu/g tanah masing-masing untuk bakteri dan jamur.