POTENSI TANAH MENGEMBANG BERDASARKAN KADAR LEMPUNG DI KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT

Authors

  • Dewi Ulfa Astriani Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author
  • Dicky Muslim Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author
  • Agung Mulyo Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author
  • Tulus Pramudyo Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/0xr1fc10

Keywords:

Tanah lunak, mineral lempung, angka aktivitas, potensi mengembang, Kabupaten Bekasi

Abstract

Kecamatan Tarumajaya, Babelan, dan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersusun oleh material tanah lunak endapan aluvial yang mudah mengalami pengembangan (swelling) akibat sifat ekspansif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tanah mengembang menggunakan parameter kadar lempung pada 6 titik undisturbed sample. Metode yang digunakan yaitu uji basic physical properties untuk mengidentifikasi karakteristik tanah meliputi kadar air, indeks plastisitas, dan persebaran ukuran butir. Hasil pengujian menunjukkan daerah penelitian tersusun oleh material yang didominasi oleh tanah lanau berplastisitas tinggi atau MH berdasarkan klasifikasi USCS. Persentase lempung berkisar antara 5,5% - 20,1% dan persentase lanau 33,2% – 85,7% menunjukkan kadar lanau yang lebih dominan. Angka aktivitas lempung berkisar antara 2,418 – 4,973 dengan keaktifan tinggi dan menunjukkan keberadaan mineral montmorilonitik. Mineral lempung montmorilonitik sendiri memiliki tingkat keaktifan tinggi. Potensi swelling menunjukkan nilai yang bergam yaitu 3,5817 – 33,525% termasuk sedang hingga sangat tinggi dengan dominasi tinggi. Perbedaan potensi swelling yang terjadi pada keenam sampel tanah dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti persentase lempung, kadar air pada tanah, dan indeks plastisitas.

Downloads

Published

2025-12-22