PENENTUAN JARAK BATU TERBANG MENGGUNAKAN METODE LINTASAN DI KUARI ANDESIT PT. NSM PURWAKARTA

Authors

  • Awang Suwandhi Prodi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia, Bandung Author
  • Wanda Adinugraha PPSDM Geominerba Author
  • Dwihandoyo Marmer Prodi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia, Bandung Author
  • Maikel Kambuaya Prodi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia, Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/hcagv869

Keywords:

Video Tracker, pengukuran koordinat, pendekatan intrinsik

Abstract

Salah satu masalah dalam peledakan adalah adanya batu terbang yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitarnya, terutama apabila terkena manusia dan infrastuktur. Untuk menentukan jarak horisontal batu terbang biasanya dilakukan dengan pengukuran koordinat lokasi peledakan dengan titik jatuh batu ke tanah. Pendekatan metode video Tracker digunakan untuk mengetahui jarak horizontal terjauh melalui lintasannya. Berdasarkan geometri peledakan yang sama diperoleh bahwa kesetaraan jarak horintal batu terbang menggunakan video Tracker mencapai 97% terhadap metode pengukuran koordinat. Sedangkan jarak batu terbang hasil metode pengukuran tidak dapat disetarakan dengan pendekatan intrinsik atau teoritis yang bersifat pendugaan. Pengaruh jumlah bahan peledak cukup signifikan terhadap terjadinya batu terbang. Makin banyak bahan peledak dipakai, lebih jauh batu terbang akan terlempar. Kejadian batu terlempar jauh hasil peledakan di PT. NSM mencapai 95,60% disebabkan oleh jumlah bahan peledak.

Downloads

Published

2025-12-22