PENGARUH PENERAPAN RUANG KOSONG PADA LUBANG LEDAK TERHADAP JARAK LEMPARAN BATU TERBANG < 150 M GUNA MEMPERKECIL JARAK EVAKUASI ALAT MEKANIS (STUDI KASUS PELEDAKAN PADA PT ALAMJAYA BARA PRATAMA)
DOI:
https://doi.org/10.58522/vc2kea65Keywords:
Air decking, flying rock, geometri peledakanAbstract
Berdasarkan analisis peledakan dengan air decking terhadap jarak lemparan flying rock, terdapat tiga parameter geometri peledakan yang berpengaruh terhadap lemparan flying rock, yaitu ketinggian kolom air deck, ketinggian kolom stemming, dan jarak burden awal. Berdasarkan nilai standar deviasi, perhitungan prediksi jarak lemparan flying rock menggunakan teori Richard and Moore tipe cratering, menghasilkan prediksi jarak lemparan flying rock yang mendekati jarak lemparan flyring rock aktual. Agar jarak lemparan flying rock <150 m, rekomendasi geometri peledakan pada burden awal adalah minimal 3,25 m dan maksimal 4 m serta ketinggian kolom stemming ditambah 0,65 m dari ketinggian stemming aktual dan ketinggian kolom air deck dikurangi 0,65 m dari ketinggian air deck aktual.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.