HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDEKS GEOMORFIK TERHADAP KEMUNCULAN MANIFESTASI PANAS BUMI DI DAERAH NOKILALAKI

Authors

  • Muhammad Hudzaifah Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author
  • Nana Sulaksana Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author
  • Dewi Gentana Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Author

DOI:

https://doi.org/10.58522/m6s7aa15

Keywords:

indeks geomorfik, manifestasi panas bumi, morfologi, pola kelurusan

Abstract

Kemunculan manifestasi panas bumi di daerah Nokilalaki berhubungan dengan morfologi dan struktur geologi yang dipengaruhi oleh aktivitas tektonik segmen Palu - Koro. Kajian indeks geomorfik melalui perhitungan rasio percabangan sungai (Rb), sinusitis muka gunung (Smf), rasio lebar dasar lembah – tinggi (Vf) dan kerapatan kelurusan (Ld), bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik indeks geomorfik terhadap kemunculan manifestasi panas bumi. Metode penelitian yaitu analisis penginderaan jauh dan analisis indeks geomorfik pada peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra ASTER-DEM untuk mendapatkan pola utama kelurusan geologi dan nilai indeks geomorfik. Nilai indeks geomorfik menggambarkan tingkat aktivitas tektonik dan permeabilitas pada batuan, berperan memunculkan fluida panas bumi dari suatu sistem panas bumi di kedalaman ke permukaan. Berdasarkan penggabungan peta kelurusan geologi, peta indeks geomorfik dan sebaran manifestasi panas bumi, di daerah penelitian memiliki dua kelompok manifestasi panas bumi. Daerah berpola utama kelurusan geologi berarah baratlaut – tenggara (NW – SE), merupakan daerah yang tidak terdeformasi (nilai Rb: 4, 55), aktivitas tektonik aktif (nilai Smf: 1,34 – 1,53), pengangkatan (uplift) tinggi (nilai Vf: 0,47), kerapatan kelurusan rendah (nilai Ld: 0,49 – 0,91), berasosiasi dengan kemunculan kelompok manifestasi panas bumi di daerah depresi tepi segmen Sesar Palu - Koro di bagian tengah daerah penelitian. Daerah berpola utama kelurusan geologi utara timur laut - selatan barat daya (NNE-SSW), merupakan daerah tidak terdeformasi (nilai Rb: 4,20), aktivitas tektonik aktif (nilai Smf: 1,47), pengangkatan (uplift) tinggi (nilai Vf: 0,22), kerapatan kelurusan sedang hingga tinggi (nilai Ld: 1,37 – 2,75), berasosiasi dengan kemunculan kelompok manifestasi panas bumi di daerah perbukitan tepi segmen sesar Palu - Koro di bagian baratdaya daerah penelitian.

Downloads

Published

2025-12-23