KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CITARIK HULU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BANJIR
DOI:
https://doi.org/10.58522/j60rt698Keywords:
daerah aliran sungai, banjir, Citarik Hulu, geologi, morfometriAbstract
Daerah penelitian merupakan Sub-DAS Citarik Hulu yang terletak pada 107°49’18,1” BT- 07°57’27,4” BT dan 6°55’15.7” LS-6°59’34.7” LS di wilayah Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik morfometri Sub-DAS Citarik Hulu serta implikasinya terhadap potensi banjir. Penelitian dilakukan melalui analisis studio dengan memanfaatkan peta tematik, seperti peta kemiringan lereng dan peta geologi. Beberapa aspek morfometri daerah aliran sungai (DAS) digunakan untuk menentukan karakteristik Sub-DAS Citarik Hulu, yaitu aspek linear (orde sungai, panjang sungai orde “u”, rata-rata panjang sungai, rasio panjang sungai, rasio cabang sungai, dan rata-rata rasio cabang sungai); aspek areal (kerapatan drainase, tekstur drainase, faktor bentuk, rasio sirkularitas, rasio elongasi, dan panjang aliran permukaan); serta aspek relief (relief DAS dan rasio relief). Hasil penelitian menunjukkan DAS Citarik Hulu
terdiri dari 17 Sub-DAS. Secara umum, seluruh Sub-DAS tersebut memiliki bentuk memanjang yang berada pada relief tinggi dan kemiringan relatif curam, litologi penyusun batuan vulkanik, serta kenaikan muka banjir yang lambat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa daerah penelitian memiliki ketahanan yang relatif tinggi terhadap potensi banjir. Sebagai salah satu area resapan DAS Citarum
di bagian hulu, sudah sepatutnya kondisi DAS Citarik Hulu tetap dijaga agar terhindar dari berbagai kerusakan alam. Oleh karena itu, kondisi Sub-DAS Citarik Hulu perlu keberlanjutan konservasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya berbagai bencana, seperti banjir dan longsor.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.